Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Mentah Melemah Kembali

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Perdagangan minyak mentah pada hari Senin fluktuatif antara penguatan dan pelemahan sebelum berakhir di zona merah. Gerakan tersebut terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi mengatakan pasar minyak global menuju keseimbangan, namun tanda-tanda melambatnya permintaan dari Asia membebani pasar.

Menteri Energi Arab Saudi berserta sekertaris jendral OPEC sepakat jika pasar minyak global menuju keseimbangan, dan harga minyak mencerminkan hal tersebut. Sebaliknya, para analis di Morgan Stanley mengatakan ada tanda-tanda harga minyak akan kembali merosot, melihat stagnannya permintaan minyak, dan peningkatan output di Kanada dan Nigeria.

Nigerian National Petroleum Corporation pada pekan lalu mengatakan jumlah produksi telah mengalami kenaikan pasca perbaikan fasilititas yang mengelami gangguan. Disisi lain kesekapatan akhirnya tercapai di Norwegia, sehingga menghentikan aksi mogok para pekerja industri minyak.

Minyak pada perdagangan Senin berakhir di level 48.76, sementar pada pukul 6.37 WIB diperdagangkan dikisaran 48.76.

Pergerakan indeks saham gabungan Dow? Jones Industrial Average masih bergerak stabil, setelah anjlok hampir 871 poin dalam dua hari paska kejutan keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, namun akhirnya berhasil pulih 809 poin dalam empat hari kemudian. Alhasil, indeks Dow Jones kini kembali bertengger di dekat level psikologis 18000. Secara historis, indeks DJ pernah ditutup di atas level 18000 selama 8 kali di tahun 2016, namun periode terlama bertahan di atas level tersebut hanya selama 3 hari, sekaligus membukukan rekor penutupan tinggi baru yang sempat diraih pada Mei 2015.

Pada fase ini, yang dibutuhkan agar bursa Wall Street melanjutkan reli adalah kejutan positif, seperti data ekonomi dan laporan laba korporat yang lebih baik dibanding estimasi. Voting Brexit memang berhasil membentuk ekspektasi para investor terkait arah kebijakan moneter. Prospek pelonggaran moneter di Eropa dan Jepang untuk menopang pertumbuhan ekonomi berhasil memacu reli bursa global pekan lalu. Namun meski bursa saham merespon positif pelonggaran moneter, para pelaku pasar AS masih ingin melihat perbaikan ekonomi dan pertumbuhan laba agar dapat membantu reli bursa.

Faktor lainnya adalah reli harga minyak yang dapat menopang produsen migas. Tahun ini, harga minyak telah menguat 30% di semester pertama, sehingga menunjang pertumbuhan laba perusahaan sektor energi. Bagaimanapun sejak voting Brexit, harga minyak telah anjlok 2.2%.