Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Masih Tetap Rendah Dua Tahun Ke Depan

Oil-World-OilRifan Financindo Berjangka -?Perusahaan pemeringkat Moody?s memproyeksikan harga minyak mentah di pasar global bakal tetap berada di level yang rendah untuk dua tahun mendatang. Dalam laporannya Global Market Outlook 2016-2017 menyebutkan rendahnya harga minyak mentah tersebut disebabkan selain masih adanya ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang terus berlanjut, juga dipengaruhi oleh lemahnya nilai tukar dolar AS.

Meskipun adanya pengurangan pada cadangan minyak di AS, tetapi cadangan minyak darurat (stokpile) secara histori terus menunjukkan peningkatan di sejumlah negara termasuk AS. Meningkatkan pasokan minyak dan tekanan terhadap dolar AS tampaknya akan membuat suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate) akan meningkat seiring dengan bakal berlanjutnya harga minyak mentah di level yang rendah.

?Saat ini kami menjaga harga rata-rata minyak di kisaran US$33 per barel pada 2016 dan US$38 per barel pada tahun depan. Kami akan terus memonitoring pengembangan dan akan meng-update estimasi kami sesuai dengan tren yang terjadi,? tulis laporan yang dipublikasikan hari ini tersebut. Namun demikian, pihaknya mengungkapkan pandangan kredit yang mendukung pendekatan peringkat didasarkan pada pergeseran struktural besar harga minyak dari lebih dari $100 per barel pada 2014 ke posisi terendah saat ini tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade, dan terus menunjukkan kondisi yang sangat menantang untuk eksporter minyak.

Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan harga minyak mentah di pasar global bakal menembus level $50 per barel pada semester II tahun ini atau meningkat dari asumsi pada Maret yang hanya $45 per barel. Goldman Sachs Group Inc., dalam laporannya menunjukkan penaikan perkiraan harga minyak mentah tersebut disebabkan adanya kebakaran di Kanada dan serangan pipa di Nigeria yang bakal menjaga defisit pada paruh kedua tahun ini.

Meskipun, adanya peningkatan produksi di Amerika Serikat, Irak dan Iran yang membuat prakiraan defisit pasokan minyak berubah dari 900.000 barel menjadi 400.000 barel pada semester II/2016. Adapun, Goldman juga merevisi prediksi target permintaan minyak mentah dari 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 1,4 juta bph pada tahun ini. Surplus pasokan akan kembali dirasakan pada awal 2017.

Peningkatan pasokan itu disebabkan dengan para produsen minyak mentah dengan biaya operasional rendah bakal melanjutkan untuk menggenjot produksinya yang didorong oleh negara-negara seperti Arab Saudim Kuwait, Uni Emirat Arab dan Rusia. Oleh karena itu, Goldman memangkas prakiraan harga minyak mentah pada kuartal I tahun depan menjadi US$45 per barel dari prediksi sebelumnya $55 per barel. Namun, pada akhir tahun depan, harga minyak mentah bakal tembus $60 per barel.