Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Minyak Masih Melemah

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Harga minyak dunia mencatat kenaikan kuat untuk hari kedua berturut-turut pada sesi akhir perdagangan AS hari Rabu, karena persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun lebih besar daripada yang diperkirakan dan ketakutan Brexit mulai surut. Harga minyak menguat akibat berkurangnya kekhawatiran tentang keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dan dampaknya pada ekonomi global.

Kenaikan minyak dipercepat setelah Departemen Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah komersial negara itu turun 4,1 juta barel menjadi 526,6 juta barel dalam pekan yang berakhir 24 Juni. Penurunan tersebut sekitar dua kali lebih besar dari yang diharapkan. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, melonjak $2,03 menjadi berakhir di $49,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, patokan global, menetap di $50,61 per barel, juga naik tajam $2,03 dari penutupan Selasa.

Penurunan persediaan minyak mentah itu merupakan yang keenam minggu berturut-turut di Amerika Serikat, konsumen minyak mentah terbesar di dunia, sebuah kabar baik mengejutkan di tengah kekhawatiran tentang pasokan global yang melimpah. ?Itu bullish dengan sendirinya,? kata Bob Yawger dari Mizuho Securities USA. Tapi dia juga menunjuk penurunan tajam dalam produksi minyak mentah AS 55.000 barel per hari. ?Itu adalah penurunan terbesar dalam produksi dalam negeri sejak Februari, sehingga jumlah itu sangat penting,? katanya.

Pasar minyak mencerminkan ?rebound? di pasar saham AS dan Eropa untuk hari kedua dari aksi jual brutal setelah Inggris secara mengejutkan memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa pada Kamis (23/6) lalu. Para analis juga menyoroti pemicu kenaikan pasar dari ancaman pemogokan di Norwegia yang akan mempengaruhi persediaan, serta penutupan dua anjungan lepas pantai di Teluk Meksiko AS. ?Kemungkinan pemogokan di sektor hulu Norwegia, di mana perselisihan pembayaran yang melibatkan lebih dari 700 pekerja di tujuh ladang produksi, memiliki potensi untuk mempengaruhi produksi minyak gabungan sekitar 280.000 barel per hari ? hampir seperlima dari produksi negara itu,? kata analis di JBC Energy.

Harga minyak menurun di awal perdagangan Kamis, memberikan kembali dasar setelah kenaikan terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah light dan sweet untuk pengiriman Agustus turun 39 sen, atau 0,8%, ke $ 49,49 per barel. Minyak mentah Brent di bursa ICE Futures London untuk pengiriman Agustus turun 44 sen, atau 0,8%, ke $ 50,20 per barel.

Pelemahan mengikuti reli terbesar untuk harga minyak mentah AS yang diperdagangkan sejak awal April, setelah stok minyak membukukan penurunan lebih besar dari yang diperkirakan sebesar 4,1 juta barel dalam pekan baru-baru ini. Meningkat persediaan minyak AS telah menjadi pendorong utama kemerosotan dua tahun dalam harga minyak.

Demikian kutipan Rifan Financindo Berjangka dari MarketWatch.