Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Menteri ESDM: Ada Banyak “Vested Interest” di Sektor Energi

Rifan Financindo Berjangka Semarang – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Rabu (26/11/2014), “diberondong” pertanyaan mulai dari keputusan Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), biaya produksi premium, soal kilang, sampai elektrifikasi yang masih byar-pet.

?Krisis listrik, lifting (produksi minyak, red), kilang, sebetulnya sudah lama terjadi, sistemik. (Namun) ada banyak hal yang membuat kita kehilangan akal sehat untuk mengambil keputusan sederhana,? kata Sudirman, dalam rapat kerja dengan Komite II Dewan Perwakilan Daerah, Rabu.

?Banyak hal yang seharusnya bisa diselesaikan sejak lama, tapi ada vested interest,? lanjut Sudirman. Menurut dia, beragam pertanyaan yang diajukan para senator itu merupakan persoalan yang sudah berlangsung selama 50 tahun ini tetapi dibiarkan.

Dalam rapat itu, Sudirman berkomitmen akan berjalan lurus dalam memimpin kementeriannya. ?Saya akan jalan lurus, menghilangkan beban, vested interest ini,? tegas dia.

Sudirman pun mengaku sadar sepenuhnya bahwa pilihannya berjalan lurus itu tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Namun, janji dia, kebijakan yang akan dibuat kementeriannya ke depan akan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada rakyat.

Menurut Sudirman, salah satu masalah energi yang menghadang Indonesia adalah ketergantungan atas minyak. Dengan pemikiran itu, ujar dia, Pemerintah Joko Widodo berani mengambil kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sekalipun masih pada awal masa pemerintahan.

?Ini makanya Presiden sudah mengatakan, kami tahu ini hal yang berat, tapi harus dilakukan. Minyak memang hal berat, tidak seperti listrik,” kata Sudirman. Dia pun berpendapat, listrik bukanlah komoditas politik yang enak digoreng-goreng laiknya minyak. “Makanya, meski sebetulnya (tarif listrik) naiknya tinggi, tapi tenang-tenang saja.?

Sudirman pun berharap, ke depan lebih banyak dialog yang menjadi ajang bagi Pemerintah untuk berbagi permasalahan dan kebijakan dengan para anggota DPR maupun DPD. ?Dialog seperti ini saya tunggu lagi. Karena katanya lebih dari separuh urusan energi adalah urusan politik,? ujar dia.