Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Mengenal Janet Yellen, Wanita Paling Perkasa di Dunia

Federal Reserve Vice Chair Janet Yellen addresses a conference in Washington

Rifan Financindo Berjangka – Saat ini, Janet Yellen disebut sebagai wanita paling perkasa di dunia. Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS), yaitu Federal Reserve (The Fed) ini besar pengaruhnya kepada perekonomian dunia.

Bayangkan, investor dunia bisa rugi atau untung triliunan dolar, tergantung bagaimana investor mengartikan omongan Yellen. The Fed merupakan penggerak sektor keuangan global.

Sebagai pencetak dolar yang menjadi mata uang dalam perdagangan internasional dan alat investasi para investor keuangan global, The Fed selalu menjadi pusat perhatian.

Namun, gejolak pasar keuangan bukanlah sesuatu yang diinginkan Yellen. Ucapan Yellen seringkali datar terkait kebijakan The Fed. Ini untuk mencegah adanya spekulasi terhadap intonasi yang diutarakannya.

Yellen memang terkenal sebagai orang yang selalu menjaga perilakunya sejak duduk di bangku SMA di Brooklyn, New York, di mana dia menjadi siswa yang ditunjuk memberikan pidato perpisahan.

Sepanjang hidupnya, Yellen telah membuat banyak orang terkesan. Bukan hanya karena kepintarannya dan kepiawaiannya bekerja di bawah tekanan. Yellen juga memiliki keahlian memasak dan cita rasa makanan yang mengesankan.

Saat ini, Yellen menjadi pusat perhatian. Dia dan The Fed bisa membuat sejarah Kamis besok, dan kebijakannya ditunggu-tunggu oleh jutaan investor di sektor keuangan dunia.

Alasannya, rapat The Fed Kamis ini akan memutuskan apakah suku bunga acuan akan dinaikkan, setelah sekian lama berada nyaris 0%. Kenaikan bunga acuan menjadi sinyal kuat, bahwa ekonomi AS membaik. Ini membuat investor dunia akan mengalihkan uangnya ke pasar keuangan AS.

Kebijakan Yellen saat ini hanya meneruskan pendahulunya, yaitu Ben Bernanke. Keputusan yang diambil Yellen terkait bunga acuan, akan menjadi warisannya kepada ekonomi dunia ke depan.

“Saat kita memasuki era kenaikan bunga acuan, saya pikir ini bakal menjadi era Yellen. Keputusan ini akan menentukan posisinya sebagai Gubernur The Fed,” kata Ekonom dari PNC Financial Services, Gus Faucher, dilansir dari CNN, Kamis (17/9/2015).

Sejumlah teman Yellen, mantan pejabat The Fed serta ekonom mengatakan, Yellen adalah orang yang tidak terduga, bisa tenang di bawah tekanan, dan selalu penuh perhitungan dalam mengambil keputusan, bahkan wajahnya selalu datar.

Sikap Yellen ini terbentuk, karena dia telah menjabat sebagai pejabat senior The Fed selama krisis keuangan dan resesi terjadi di AS pada 2008 silam.

Yellen tidak pernah bekerja pada perusahaan keuangan di Wall Street. Dia tumbuh dari keluarga kelas menengah. Mantan teman kuliah Yellen di Berkeley mengatakan, Yellen tidak tertarik untuk mencari uang dan menjadi kaya.

Sekarang keputusan Yellen tengah ditunggu-tunggu. Pasar keuangan global tidak akan stabil sebelum The Fed menentukan kebijakannya pada Kamis ini.

Kenaikan bunga acuan The Fed ini juga menjadi risiko bagi perekonomian Indonesia. Bila kenaikan bunga ini terjadi, maka likuiditas dolar AS yang selama ini ditaruh di negara-negara berkembang, akan balik lagi ke negara asalnya, alias pulang kampung. Kondisi ini membuat dolar menguat dan menekan rupiah. Meski selama ini, investor sudah mengantisipasi rencana kenaikan tersebut, dan membuat dolar AS perkasa sejak awal tahun.

Namun dengan kondisi pelemahan ekonomi China dan devaluasi atau pelemahan mata uang yuan, kenaikan bunga acuan bisa saja dipikir-pikir kembali. Karena penguatan dolar AS yang terus terjadi bisa membuat produk AS tidak kompetitif di dunia. Banyak kalangan ekonom memprediksi The Fed akan memundurkan rencana kenaikan bunga acuannya menjadi Desember 2015. Kita lihat saja.

(dnl/hen)