Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Menengok Pembangkit Listrik Panas Bumi Pertama di Sulut

fa2867b6-8b3f-4a09-9bb9-d8f30a62bc75_169Rifan Financindo Berjangka -?PT PLN (Persero) memiliki 4 unit pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Provinsi Sulawesi Utara. PLTP itu berada di Desa Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan.

Karena lokasinya di Desa Lahendong, maka disebut PLTP Lahendong. Masing-masing PLTP memiliki kapasitas 20 MW, sehingga total 4 PLTP itu berkapasitas 80 MW.

Perjalanan darat dari kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, ke lokasi PLTP Lahendong unit 1 dan 2 memakan waktu kurang lebih 2 jam, dengan jarak sekitar 40 kilometer (km) melewati Kota Tomohon.

Sekitar 2 km menuju lokasi PLTP, pemandangan di sepanjang jalan beralih dari pemukiman penduduk ke kawasan hutan yang cukup lebat. Meski memasuki kawasan hutan, kondisi jalan yang dilalui hingga lokasi PLTP beraspal mulus.

Tiba di lokasi, nampak kepulan asap uap panas bumi membumbung tinggi ke udara dengan suara gemuruh. Adapun PLTP Lahedong unit 1 mulai dibangun pada 1996, namun proses pembangunan sempat terhenti selama 4 tahun karena krisis moneter.

Pembangunan dimulai kembali pada tahun 2000, dan selanjutnya beroperasi di 2001. Kemudian, PLTP Lahedong unit 2 beroperasi pada 2007, PLTP Lahedong unit 3 beroperasi 2009, dan PLTP Lahedong unit 3 beroperasi di 2011.

“Rata-rata lama pembangunan kurang lebih 2 tahun,” ujar Supervisor Pembangkitan Kantor Wilayah PT PLN Suluttenggo (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo), Djoni Johanes Kalalo, Rabu petang (25/5/2016).

Djoni menjelaskan, turbin dan generator di PLTP Lahendong unit 1 dibuat oleh Alstom, perusahaan listrik asal Prancis. Sedangkan turbin dan generator PLTP Lahendong 2-4 dibuat oleh Fuji Electric, Jepang.

Pasokan gas untuk PLTP unit 1-4 bersumber dari sumur panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Lehendong. PLN membeli uap panas bumi dari PGE seharga US$ 6,2 sen per kWh.

Dari total kebutuhan 340 MW saat beban puncak untuk jaringan listrik Sulawesi Utara dan Gorontalo, PLTP Lahendong unit 1-4 menyumbang 80 MW. Sisanya dipasok dari beberapa pembangkit listrik lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Selain PLTP Lahendong unit 1-4 milik PLN, saat ini sedang dibangun PLTP Lahendong unit 5 dan 6 oleh PGE. Jarak sekitar 15 km dari lokasi PLTP Lahedong 1 dan 2.

“PLTP Lahendong unit 5 dan 6 yang bangun Pertamina, PLTP Lahendong 1-4 murni PLN,” tutur Djoni.