Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

MENDAKI GUNUNG, SIMAK TIPS BERIKUT.. | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo – Semarang, Tujuan utama dalam mendaki gunung bukanlah hanya mencapai puncak tertinggi dari gunung tersebut. Namun, pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga tercinta adalah hal yang paling utama dalam mendaki gunung.

Dalam mendaki gunung, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pendaki agar kegiatan pendakian berjalan dengan lancar. Ada banyak hal yang sebenarnya perlu diperhatikan. Namun, sebagai permulaan, simak lima tips aman dalam mendaki gunung berikut.

1. Persiapan fisik dan mental sebelum mendaki

Mendaki gunung adalah kegiatan yang menguras banyak tenaga. Selain karena medannya yang naik turun, terkadang cuaca di atas gunung tidaklah menentu. Oleh karena itu persiapan fisik dan mental sangatlah penting.

Persiapan fisik bisa dilakukan dengan olahraga teratur minimal sebulan sebelum pendakian. Dengan olahraga teratur, anggota tubuh akan terbiasa bergerak dan menghindari keram saat mendaki.

2. Membawa perlengkapan pendakian

Mendaki gunung ternyata bukanlah hal yang simpel. Selain butuh persiapan mental dan fisik, persiapan alat pendakian juga harus diperhatikan. Alat-alat yang biasanya dibawa adalah tenda, sleeping bag, sepatu hiking, jaket sesuai ketinggiannya, alat memasak, makanan dan minuman yang cukup, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Jangan bawa barang yang tidak dibutuhkan. Jika membawa barang yang berlebihan dapat mengganggu perjalanan, misalnya tas yang dibawa menjadi tidak stabil. Disarankan juga barang yang dibawa semuanya dimasukan ke dalam tas carrier dan hindari menenteng sesuatu.

Dengan tidak menenteng apapun, akan memudahkan tangan kita melakukan gerakan apapun untuk membantu mendaki atau menuruni gunung.

3. Kenali gejala AMS

AMS adalah Acute Mountain Sickness atau penyakit ketinggian di atas gunung. Menurut gejala dan levelnya, AMS terbagi menjadi tiga bagian, yakni AMS ringan, AMS sedang dan AMS berat.

“Sebanyak 75 persen kasus yang ada, AMS biasanya terjadi pada saat pendaki memasuki ketinggian 3.000 – 4.000 mdpl. Gejala munculnya AMS biasanya muncul 12-24 jam setelah pendaki tiba di ketinggian tersebut,” ujar Mountain Guide di Indonesia Expeditions, Rahman Muchlis pada acara “Sharing Tips dan Pengalaman Mendaki Gunung di Atas 4.000 mdpl” di Consina Store Buaran, Jakarta, Sabtu (25/2/2017).

Gejala yang muncul biasanya berupa sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan, sesak nafas, tidur terganggu, dan lain sebagainya.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah pendaki harus tetap sadar dan tetap melakukan aktivitas ringan. “Jangan mendaki ke tempat yang lebih tinggi, bila gejala semakin parah, disarankan untuk turun ke tempat yang lebih rendah,” ujar Rahman.

Mempelajari teknik-teknik aklimatisasi untuk menghindari gejala AMS juga sangat penting bagi pendaki.

4. Mengurus izin pendakian

Hal ini sangatlah penting ketika mendaki gunung. Dengan mengurus izin pendakian, pendaki tersebut akan terdata oleh petugas setempat. Hal ini sangat berguna apabila ada pendaki yang tersesat atau belum memberikan kabar sama sekali, petugas akan secara cepat bertindak.

Dalam data saat pendaftaran izin juga biasanya terdapat surat izin dokter dan tertulis riwayat penyakit di sana. Dengan hal ini, petugas bisa dengan tepat membawa perlengkapan obat-obatan dan penanganan khusus apabila penyakit pendaki tersebut kambuh.

5. Berteduh apabila hujan turun

Seringkali cuaca di atas gunung cepat berganti tanpa kita sadari. Pada pagi hari matahari bersinar sangat cerah, namun bisa saja siang hari hujan turun sangat lebat. Dalam hal ini para pendaki haruslah waspada akan pergantian cuaca ini.

“Apabila hujan turun secara tiba-tiba disaat mendaki, disarankan untuk berhenti sejenak dan mendirikan tenda sementara untuk berteduh. Hindari juga berteduh di bawah pohon tua yang rantingnya rapuh,” ujar salah satu pemandu gunung profesional, Fandhi Achmad.

Pasca kejadian 11 pendaki tersambar petir saat mendaki Gunung Prau pada Minggu (23/4/17), kegiatan pendakian di Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah,  ditutup sementara untuk umum.

Penutupan ini berdampak pada membludaknya para pendaki yang terlanjur berdatangan dari berbagai daerah. Cuaca buruk  yang akhir-akhir ini melanda Gunung Prau disinyalir menjadi alasan utama ditutupnya gunung dengan ketinggian 2.565 mdpl ini.

Wisatawan yang sudah terlanjur datang ke pos basecamp pun dialihkan ke berbagai destinasi wisata di Dieng lainnya. Berikut KompasTravel rangkum beberapa destinasi wisata yang bisa wisatawan nikmati selama Gunung Prau ditutup.

Bukit Sikunir

Keeksotisan Bukit Sikunir sudah dikenal banyak wisatawan yang datang ke Dieng. Wisatawan biasa memburu pesona matahari terbit dari puncak Bukit Sikunir. Saking indahnya, fenomena matahari terbit di Bukit Sikunir sering disebut dengan nama golden sunrise.

Untuk mengunjungi Bukit Sikunir, Anda harus menuju ke Desa Sembungan terlebih dahulu. Desa Sembungan disebut-sebut sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa, jadi akan banyak petunjuk untuk menuju ke desa tersebut.

“Bila berencana mengunjungi Bukit Sikunir, ada baiknya wisatawan melihat prakiraan cuaca terlebih dahulu untuk menghindari gagalnya melihat golden sunrise,“ ujar salah satu pemandu wisata Dieng, Rio Paulus kepada KompasTravel, Selasa (25/4/17).

Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Salah satu destinasi favorit di Dataran Tinggi Dieng adalah Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Telaga Warna merupakan telaga yang dapat berganti warna. Pergantian warna tersebut diakibatkan oleh kandungan sulfur yang cukup tinggi pada Telaga Warna.

Telaga Pengilon yang letaknya berdekatan dengan Telaga Warna pun mempunyai keindahan tersendiri. Meskipun letaknya berdekatan tetapi karakteristik dari kedua telaga ini sangat berbeda. Telaga Pengilon memiliki air yang jernih  dan tidak berwarna seperti Telaga Warna.

Harga tiket masuk untuk mengunjungi kedua telaga ini adalah Rp 6.000 pada hari biasa dan Rp 8.500 pada akhir pekan dan hari libur. Tiket dapat dibeli di loket resmi yang terdapat di pintu masuk.

Batu Ratapan Angin

Anda suka melihat pemandangan dari ketinggian? Maka Anda harus berkunjung ke Batu Ratapan Angin, sebuah bukit yang terletak tepat di atas Telaga Warna dan Telaga Pengilon.

Kalau di Bukit Sikunir, Anda disuguhkan pemandangan sunrise yang menakjubkan. Sedangkan Batu Ratapan Angin akan membuat Anda terpesona dengan pemandangan indah kedua telaga.

Untuk menuju ke Batu Ratapan Angin, Anda bisa mulai berjalan dariDieng Plateau Theater atau bisa juga dari Telaga Warna. Meskipun dibutuhkan tenaga ekstra karena medan yang menanjak, usaha Anda akan terbayarkan ketika sudah sampai di atas bukit.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kawah ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah.

Kawah Sikidang di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kawah ini adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan berada di daerah dataran sehingga kawah dapat disaksikan langsung dari bibir kawah.

Kawasan Dataran Tinggi Dieng dahulunya merupakan sebuah gunung api raksasa yang masih terdapat aktivitas vulkanik di dalamnya. Salah satu tanda dari aktivitas vulkanik yang dapat ditemui di Dieng adalah adanya banyak kawah. Salah satu kawah yang masih aktif mengeluarkan gas adalah Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang ini menjadi kawah yang paling favorit dikunjungi wisatawan di Dieng. Meskipun luasnya hanya 200 meter persegi tetapi kawah ini selalu menghasilkan gumpalan asap yang cukup lebat. Bila berkunjung ke sini, wisatawan sebaiknya berhati-hati dan gunakan masker.

Untuk memasuki kawasan Kawah Sikidang, Anda cukup membayar tiket seharga Rp 7.500 saja.

Kompleks Candi Arjuna

Selain dikenal dengan wisata alamnya, Dieng juga menyuguhkan wisata budaya dan sejarah. Salah satu wisata budaya dan sejarah yang bisa Anda kunjungi adalah Kompleks Candi Arjuna yang letaknya tak jauh dari Kawah Sikidang.

Tak hanya satu candi, tetapi Anda bisa menemui beberapa candi, misalnya Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembrada. Dengan banyaknya candi yang bisa Anda kunjungi ditambah panorama alam Dieng yang memesona, akan membuat liburan Anda di Dieng menjadi istimewa.

Kompleks Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7 memiliki tujuh candi yaitu Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati.

Wisatawan hanya dikenai Rp 7.500 saja untuk masuk ke Kompleks Candi Arjuna ini. Bila Anda beruntung, Anda akan melihat pertunjukkan seni di sekitar candi.

Dieng Plateau Theater

Anda penasaran dengan sejarah awal dari Dataran Tinggi Dieng? Silakan datang ke Dieng Plateau Theater. Sebuah teater yang menayangkan film dokumenter berdurasi 20 menit tentang Dieng.

“Meskipun kurang populer bagi wisatawan domestik, namun DiengPlateau Theater ini selalu didatangi oleh wisatawan mancanegara yang lebih tertarik terhadap sejarah,“ ungkap Rio.

Bila Anda ingin berkunjung ke theater dengan kapasitas 60 tempat duduk ini, Anda harus membeli tiket masuk dengan harga hanya Rp 10.000 per orangnya.