Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Menanti Nokia Android

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Bocoran ponsel Android besutan Nokia makin santer saja. Penampakan terbarunya seakan sudah terang-terangan mengungkap desain finalnya. Ironisnya, di sisi lain Microsoft malah menutup pabrik Lumia miliknya di Finlandia.

Kalau dilihat sekilas, Nokia sepertinya berusaha mempertahankan build-quality yang pernah disodorkannya di seri ponsel Lumia. Ponsel Nokia di bocoran ini kelihatan solid, meski secara desain agak berbeda dengan Lumia. Kali ini Nokia tampak mengikuti tren desain yang berkembang di pasaran.

Walau dilabeli merk Nokia, sejatinya bukan produsen Finlandia ini yang menggarap ponsel tersebut. Seperti diketahui, Nokia menyerahkan lisensi namanya pada perusahaan bernama HMD yang bertanggungjawab membuat dan mengedarkan handset Nokia. HMD bekerja sama dengan anak usaha Foxconn, FIH Mobile.

Kabarnya lagi, ponsel baru Nokia nanti terinspirasi dari produk Sharp. Jadi tidak mengejutkan ketika ponsel Nokia Android punya kesamaan desain dengan Aquos P1 yang merupakan ponsel Android besutan Sharp. Ini hal yang masuk akal mengingat Sharp baru saja diakuisisi oleh Foxconn.

Apalagi konon Nokia akan menamai ponsel Android-nya itu juga dengan sebutan P1, sehingga informasinya klop. Sayang sejauh ini belum benar-benar ketahuan spesifikasi yang mungkin diusungnya. Namun gosipnya bilang ponsel ini akan diposisikan di segmen menegah-atas.

Atas dasar itu, terbuka kemungkinan ponsel Android Nokia akan dibekali prosesor Snapdragon 650 atau 652. Tapi tentu saja informasi ini sifatnya masih tebakan.

Namun ketika Nokia seakan sudah siap bangkit, hal sebaliknya malah dialami Microsoft. Dalam waktu bersamaan, perusahaan yang dulunya mengakusisisi divisi ponsel Nokia ini malah baru saja mengumumkan kabar buruk bagi pekerjanya di Finlandia.

Ya, setelah sempat melempar isunya pada bulan Mei lalu, Microsoft akhirnya resmi menutup pabrik Lumia miliknya yang ada di kandang Nokia. Imbasnya, tercatat ada sekitar 1.350 staf Microsoft yang harus rela kehilangan pekerjaannya akibat PHK yang dilakukan Microsoft.

Tapi angka tersebut lebih kecil dari prediksi. Sebelumnya sempat dilaporkan kalau bakal ada sekitar 1.850 staf Microsoft di Finlandia yang jadi korban.

Demikian kutipan Rifan Financindo Berjangka dari Detikcom.