Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Membongkar Fakta Bom Medan | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,?IAH (17) tiba-tiba menyerang pastor di Gereja Katolik Santo Yoseph, Medan. Ia mengeluarkan bom berbentuk pipa yang siap diledakkan, namun aksinya digagalkan para jemaat.

IAH melakukan percobaan bom bunuh diri ini pada Minggu (28/8/2016) sekitar pukul 08.30 WIB. Berkat kesigapan para jemaat, aksi IAH dapat dihentikan. Ia dibekuk dan diserahkan ke polisi. Tim Gegana langsung menyisir lokasi dan mengamankan benda yang diduga bom.

IAH awalnya mengaku disuruh orang lain melakukan aksi bom ini. Namun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia mengaku terinspirasi teror di Prancis. Kini, IAH masih menjalani pemeriksaan intensif.

IAH (17) diduga hendak meledakkan diri dengan bom yang melekat di tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, Minggu (28/8/2016). Saat itu, menurut salah seorang saksi bernama Clara, para jemaat tengah menyelesaikan bacaan Injil dan pastor hendak memberikan ceramah.

“Tiba-tiba ada laki-laki yang memang mencurigakan, dia pakai jaket dan bawa tas, mau menyerang pastor sambil mengeluarkan pisau,” kata Clara saat ditemui di lokasi di Jalan Dr Mansyur, Medan.

Kemudian, Clara menyebut bahwa pria itu mengeluarkan semacam kabel dari balik jaket yang dikenakannya. Clara menyebut sempat ada letupan api dari tubuh pria itu. Para jemaat pun langsung menggagalkan aksi pria tersebut dan menghubungi polisi. Tim penjinak bom dari Polda Sumatera Utara langsung bergegas ke lokasi untuk mengamankan pria itu.

IAH (17) membawa sejumlah bom yang rencananya akan diledakkan di Gereja Santo Yoseph, Medan. Bentuk bom itu seperti pipa dengan jalinan kabel.

Dari foto yang didapatkan, Minggu (28/8/2016), ada 3 buah bom berbentuk pipa berwarna kuning gading. Panjang pipa itu sekitar 30 cm.

Tampak pula kabel-kabel berwarna hitam di sekitar bom tersebut. Dirkrimum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Nur Fallah menyebut saat kejadian sempat ada percikan api.

“Saat itu pelaku mau meledakkan diduga petasan, keluar percikan api. Kemudian pelaku mengejar pastor,” kata Nur Fallah saat ditemui di lokasi di Jalan Dr Mansyur nomor 75, Medan, Minggu (28/8/2016).

IAH (17) mengaku disuruh orang lain untuk melakukan penyerangan di Gereja Santo Yoseph, Medan. IAH dibekuk jemaat gereja yang reaktif ketika dia berusaha menyerang pastor Albert.

Dirkrimum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Nur Fallah mengatakan bahwa IAH mengaku ada orang lain yang menyuruhnya. Namun Nur Fallah tidak mengungkap lebih lanjut.

“Sampai saat ini, pelaku mengaku disuruh oleh seseorang,” kata Nur Fallah, Minggu (28/8/2016).

Nur Fallah pun menegaskan bahwa kasus ini masih dalam pengembangan. Tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus tersebut.

IAH (17), tersangka yang mencoba melakukan bom bunuh diri dan mengincar pastor Albert di Gereja Katolik Santo Yosep sudah diamankan polisi. Kini, polisi masih terus mendalami dan menginterogasi tersangka.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menyatakan, tersangka mengaku telah melakukan hal tersebut karena melihat internet terkait aksi kejadian teror di Prancis pada beberapa waktu lalu.

“Dari hasil penggeledahan di rumahnya, ada coret-coretan tangan. Saat diinterogasi, tersangka mengatakan melihat daripada internet kejadian-kejadian di Prancis sehingga terinspirasi. Namun, untuk yang lebih mendalaminya ini kita masih melakukan lidik,” papar Mardiaz di Mapolresta Medan, Minggu (28/8/2016) malam.

Terkait ransel tersangka yang diduga sebagai tempat meletakkan bom di dalamnya, Mardiaz mengaku hal tersebut masih dalam proses analisis tim labfor. Sementara itu, dalam penggeledahan di rumah tersangka, polisi menyita kabel, korek yang diambil pentulnya (ujung korek) dan beberapa buku pelajaran robotik.

“Sampai malam ini, tersangka masih shock,” imbuhnya.

Polisi langsung menggeledah sebuah rumah di Medan berkaitan dengan percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Santo Yoseph di Medan. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan bahan pembuat bom yang kemudian disita.

“Sudah digeledah (rumah pelaku), ada beberapa kabel bahan pembuat bom,” Dirkrimum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Nur Fallah saat dihubungi detikcom, Minggu (28/8/2016).

Rumah yang digeledah tersebut beralamat sama dengan yang tertera di kartu identitas pelaku, IAH (17). Lokasi rumah itu berada di Jalan Setia Budi, Gang Sehati nomor 26, Tanjung Sari, Medan Selayang.

Di mata tetangga, IAH (17) dikenal sebagai pribadi yang tertutup

Salah seorang warga setempat bernama Siagian mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Dia seperti tak menyangka hal itu terjadi.

“Dia anak paling kecil dari tiga bersaudara. Keluarganya tinggal di sini sudah sekitar dua puluh tahun,” ujarnya.

Sepengetahuan Siagian, IAH merupakan orang yang rajin melaksanakan salat. Namun, dia menyebut IAH adalah orang yang tertutup.

“Ya kalau dianya kurang bergaul. Dia ini anaknya tertutup. Kalau untuk ayahnya profesinya pengacara. Kalau ibunya PNS di puskesmas dekat sini. Kalau orang tuanya itu ya tegur sapa sama tetangga ya baik,” ungkapnya.