Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

MELIHAT KEMEWAHAN ISTANA BOS FIRST TRAVEL, JAMAAH GERAM | RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG,  Mewahnya gaya hidup pasutri bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan membuat jemaah geram. Jemaah menyebut rumah mewah di kawasan Sentul hingga tas branded yang dimiliki Anniesa bisa dilelang dan uangnya dapat digunakan untuk refund dana jemaah.

Salah satu jemaah umrah First Travel dari Depok, Ami mengungkapkan interior rumah Andika dan Anniesa membuatnya miris.

“Mestinya aset-asetnya dilelang saja supaya uang jemaah bisa dikembalikan. Hidup mewah kok dari hasil tipu-tipu,” kata Ami .

Dia mengatakan, ia sangat sedih dan hanya bisa mengurut dada saat melihat berita soal mewahnya isi rumah bos First Travel itu. “Apalagi gordennya saja seharga Rp 750 juta, mahal sekali itu,” ujarnya.

Senada dengan Ami, Rachmawati juga mengaku kesal dengan kelakuan Andika dan Anniesa. Dia mengharapkan kedua orang tersebut bisa mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya kepada ribuan jemaah.

“Saya mau mereka dihukum seberat-beratnya dan denda sebesar-besarnya. Supaya bisa mengembalikan dana calon jemaah. Saya tidak rela, tidak ikhlas dunia akhirat, 7 turunan uang kami dipakai untuk hedon seperti itu,” ujarnya.

Kemudian, jemaah lain, Ningsih mengungkapkan kecurigaanya seluruh usaha dan aset yang dimiliki oleh Andika dan Anniesa menggunakan dana jemaah.

“Karena mereka awalnya adalah pedagang pulsa handphone dan burger. Korbannya sudah puluhan ribu sepatutnya dihukum berat,” ujarnya.

Dia mengaku kasihan dengan jemaah lain yang sudah menabung lama untuk bayar umrah ini. “Kasihan yang susah susah menabung tapi tidak berangkat. Mudah-mudahan bisa selesai masalah ini,” imbuh dia.

Salah satu jemaah umrah promo First Travel asal Padang, Sumatera Barat, Nenek Martini masih menyimpan keinginan untuk berangkat ke Mekkah.

Nenek penjual telur puyuh itu gagal berangkat umrah gara-gara pemilik First Travel, pasutri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan menilap dana jemaah yang nilainya Rp 800 miliar lebih.

Meski kecewa, Nenek Martini pun berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci. Beredar kabar jika sudah ada donatur yang akan memberangkatkan Nenek Martini untuk umrah.

Menanggapi hal tersebut, Nenek Martini mengaku senang jika ada yang ingin mewujudkan mimpinya.

“Belum ada yang hubungi saya untuk bantu berangkat. Saya senang dengar kabar itu. Masih terbayang saya lihat ka’bah,” kata Martini.

Dia menjelaskan saat ini dirinya masih menemani anaknya di rumah sakit yang baru saja melahirkan.

“Memang ada yang menghubungi saya, tapi wartawan yang mau wawancara. Saya akan terima mereka,” ujar Martini

Nenek Martini yang tinggal di Padang, Sumatera Barat ini mendaftarkan diri untuk umrah ke First Travel pada Maret 2016. Setelah mendaftar kepada agen bernama Mutia, ia dijanjikan berangkat pada Mei 2017.

Uang yang nenek Martini setorkan kepada First Travel adalah hasil kerjanya selama ini. Demi ke Mekah katanya, Nenek Martini menyisihkan sekitar Rp 100.000 setiap bulan.

Ia menjual telur puyuh, kelapa hingga manggis. Tergantung musim, hasil bumi apapun ia jual untuk bisa menabung.

“Saya menabung lama sekali, mungkin lebih dari 10 tahun. Karena saya memang ingin sekali ke umrah, tapi kejadiannya seperti ini saya sedih sekali,” urainya.

 

 

rifan financindorifanfinancindopt rifan financindorifan financindo berjangkarifanfinancindo berjangkarifanberjangka, rfinancindo, rfberjangka, rfb, rifanberjangka, rifan financindo semarang, investasi online, investasi komoditi, investasi legal, pt rifan financindo berjangka, pt rifan financindo semarang, rifanfinancindoberjangka,ptrifanfinancindoberjangka`