Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Mekanisme Tubuh Menghalau Dehidrasi

rifan financindo berjangka

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Kurang minum tidak lantas membuat seseorang langsung mengalami dehidrasi selama puasa. Namun memang ada orang-orang tertentu yang lebih rentan mengalaminya.

Seperti dikatakan dr Andry Hartono, SpGK dari RS Panti Rapih Yogyakarta, mereka yang sering mengonsumsi kopi dan teh kental saat sahur adalah salah satunya. Sebab selain mengandung kafein, keduanya juga bersifat diuretik atau memicu buang air kecil secara terus-menerus.

“Kalau buka sih nggak apa-apa, itu kan stimulan. Tapi cairannya yang waktu malam (sahur, red) itu memang harus cukup ya,” tegasnya .

Sedangkan dr Maulana Suryamin, SpPD-KGH mengatakan ketika tubuh kekurangan cairan, maka ia akan beradaptasi dengan sendirinya. “Kalau kita kurang air, pasti kencingnya akan berkurang juga. Makanya asalkan cairannya tercukupi, risiko dehidrasinya pun kecil,” timpalnya.

Meski begitu, dokter ahli cerna yang berpraktik di RS Persahabatan, Rawamangun ini mengungkapkan, lansia adalah mereka yang paling rentan terserang dehidrasi saat puasa karena kebiasaan membatasi minum.

“Alasannya inkontinensia urine. Beda kan dengan yang masih muda, mau diisi 200 cc, masih bisa nahan kencing, tapi kalau udah orang tua, isi 100 cc aja dia udah pengen kencing, akhirnya secara nggak langsung membatasi minum,” jelasnya.

Untuk itu kebutuhan cairan harus terpenuhi di malam hari. Retno Pangastuti, DCN, M.Kes., dari RSUP Dr Sardjito menganjurkan setidaknya minum air sebanyak 8 gelas.

“Puasa kita bisa 6 gelas aja itu udah bagus. Jadi pada saat buka, habis shalat Maghrib, mau berangkat Tarawih, habis Tarawih, mau tidur malam kemudian pada saat sahur, paling nggak pas sahur itu 2 gelas,” urainya dalam kesempatan terpisah.

Bisa juga dipenuhi dengan mengonsumsi buah yang mengandung banyak air seperti jeruk dan semangka, atau makanan berkuah. Ditambahkan dr Andry, jangan hanya memilih air mineral, tetapi kalau perlu yang juga mengandung elektrolit, bisa kacang hijau, air kelapa, jus atau es campur dengan sirup yang tidak terlalu banyak.

“Yang penting siangnya Anda nggak kepanasan dan melakukan aktivitas yang berat dan nggak keluar keringat banyak, saya kira nggak akan dehidrasi,” imbuhnya.

Lantas bagaimana membedakan mereka yang kehausan karena puasa dan yang dehidrasi? dr Andry memberikan tips dengan melihat warna dari air kencing. Makin berwarna kuning tua dan mengental, maka risiko dehidrasinya makin besar.

“Kalau dari fisik keliatan, bibir kering, matanya cekung, kulitnya juga kering, bahkan kalau yang berat ditarik gitu kulitnya nggak balik. Tapi umumnya tubuh bisa mengatur, kecuali dia memang ada penyakit ginjal atau diabetes, kencing terus, ya bisa dehidrasi,” pungkasnya.