Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Mayoritas Saham Turun Karena Kebijakan Trump | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang, Saham Jepang mengalami penurunan terbesar dalam seminggu terakhir, yang melacak kerugian dalam ekuitas AS, terkait larangan imigrasi Presiden AS Donald Trump pada tujuh negara memicu kekhawatiran akan mengejar kebijakan isolasionis.

Saham elektronik, otomotif dan pembuat mesin melemah setelah yen melonjak 1,2 persen terhadap dolar di New York. Saham Sony Corp merosot 3,4 persen setelah melaporkan pencadangan dana senilai $ 1 miliar. Saham NEC Corp anjlok sebanyak 18 persen, penurunan intraday terbesar sejak Maret 2011, setelah memangkas perkiraan laba.

Hari ini, Bank of Japan (BOJ) akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada bulan tersebut. Semua 42 ekonom yang disurvei Bloomberg News memperkirakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga.

Indeks Topix turun 1,1 % ke level 1,526.14 pada pukul 09:15 pagi waktu Tokyo, yang terbesar sejak 23 Januari lalu. Indeks Nikkei 225 melemah 1.1 % ke level 19,161.51, yang tertinggi sejak 23 Januari.

Saham AS membukukan penurunan tajamnya di tahun 2017 karena investor cemas atas implikasi negatif dari keputusan Presiden Donald Trump untuk melarang imigran dari negara-negara tertentu yang bermayoritas muslim.

Ada juga kekhawatiran mengenai langkah cepat perintah eksekutif dari presiden baru bisa menabur lebih banyak kebingungan dan ketidakpastian di pasar untuyk bergerak naik.

Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, -0,61% ditutup di bawah 20.000 sinyal psikologis penting, turun 123 poin, atau 0,6%, berakhir pada level 19.970 dan Indeks S&P 500, -0,60% turun 13 poin, atau 0,6%, untuk menutup di level 2.280. Indeks Nasdaq Composite, -0,83% tergelincir 47 poin, atau 0,8%, menjadi berakhir pada 5613.

Saham AS menurun tajam sejak pemilihan presiden, sementara Treasuries menguat diikuti dengan emas karena Donald Trump mengingatkan akan sentiment atas meningkatnya imigran bahwa ia mungkin akan menindaklanjuti dengan kebijakan isolasionis yang sudah disebut-sebut pada kampanyenya, yang membayangi agenda pro-pertumbuhan.

Apple Inc, Facebook Inc dan Amazon.com Inc adalah salah satu perusahaan AS memberikan kontribusi yang besar pada laporan laba. Dari 219 perusahaan S&P 500 yang melaporkan perkiraan laba sejauh ini, sebanyak 73% telah melampaui perkiraan. Jepang akan melihat laporan laba dari Sony Corp dan Honda Motor Co.

Indeks  S&P 500 turun 1%, sedangkan Dow Jones Industrial Average kehilangan 198,20 poin ke level 19,895.581.

Imbal hasil Treasury AS dengan tenor 10-tahun turun menjadi 2,47% karena Microsoft Corp mulai menjual obligasi baru dengan jatuh tempo mulai dari tiga sampai 40 tahun.

Bursa saham AS dibuka lebih rendah pada hari Senin, menempatkan Dow di jalur untuk turun di bawah 20.000, karena larangan perjalanan Presiden Donald Trump yang kontroversial mengguncang pasar dan investor bersiap untuk laporan laba serta pengumuman kebijakan dari Federal Reserve.

Indeks S&P 500 melemah delapan poin, atau 0,3%, ke 2.287. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 74 poin, atau 0,4%, ke 20.018. Sementara Indeks Nasdaq Composite merosot 27 poin, atau 0,5%, ke 5.634.

Di antara saham individu, saham Rite Aid Corp. anjlok setelah Walgreens Boots Alliance Inc. setuju untuk menurunkan harga akuisisi per saham. Saham penerbangan, termasuk JetBlue Airways Southwest Airlines dan Delta Air Lines semuanya jatuh. Delta mengatakan penerbangan domestik berlanjut setelah kesalahan komputer menyebabkan pembatalan penerbangan secara luas pada hari Minggu.