Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Mau ke Raja Ampat, Buat Dulu Kartu Sakti Ini

072854_kartu

Rifan Financindo Berjangka – Wisata ke Raja Ampat dengan alam bawah laut yang mendunia, jadi impian banyak traveler. Tapi sebelum bisa keliling Raja Ampat, ada sebuah kartu yang harus dibuat.

Wilayah Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat sangatlah luas. Selain empat pulau utama, yaitu Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, masih ada lebih dari seribu pulau lain yang bisa dijelajahi. Sebelum bisa mengeksplor Raja Ampat, turis harus membayar biaya masuk dan akan mendapat kartu tanda masuk yang harus selalu dibawa selama di kepulauan tersebut.

“Kartu sejak Februari 2015, sebelumnya pin. Untuk turis asing Rp 1 juta, turis lokal Rp 500 ribu. Expire date 12 bulan,” ujar Siti Aminah, Koordinator Tarif Jasa Lingkungan BLUD UPTD KKP Raja Ampat kepada detikTravel di kantor Raja Ampat Conservation and Tourism Information Center, Sorong, Selasa (20/10/2015), sore kemarin.

Wanita yang akrab disapa Ami ini mengatakan bahwa semua turis wajib membuat kartu tersebut sebelum masuk ke Raja Ampat. Kartu bisa dibuat di kantor Raja Ampat Conservation and Tourism Information Center, yang salah satunya berada di Sorong. Lokasinya dekat dari Bandara Sorong, sehingga mudah dijangkau.

Syarat membuat kartu tanda masuk cukup mudah, setiap wisatawan tinggal membawa KTP (untuk wisnus) atau paspor (untuk wisman), serta sejumlah biaya yang harus dibayar. Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan konservasi dan lain-lain di Raja Ampat.

“Dari Rp 500 ribu, Rp 75 ribu masuk Pemda untuk pembangunan Raja Ampat, Rp 425 ribu dikelola BLUD UPTD untuk operasional, untuk dana masyarakat, konservasi, patroli,” kata Ami.

Kartu tersebut proses pembuatannya juga singkat, hanya 1 hari langsung jadi. Traveler yang sudah punya kartu, harap selalu dibawa sejak akan berangkat dan selama berada di Raja Ampat. Karena saat akan masuk Raja Ampat ada pos pemeriksaan di mana setiap traveler harus menunjukkan kartu tersebut.

“Ditunjukkan setiap mau masuk Raja Ampat. Biasanya tim patroli BLUD UPTD Raja Ampat mendekat ke kapal, dicek kelengkapan kartu. Kalau tamu resort dilaksanakan pemeriksaan secara acak,” ucap Ami.

Bagaimana jika sudah tiba di Raja Ampat namun tidak memiliki kartu tanda masuk? Nah, wisatawan yang belum membuat kartu akan diarahkan ke pelabuhan untuk membuat kartu. Setelah itu baru boleh memasuki Raja Ampat.

“Kalau sudah sampai sana belum bikin biasanya diarahkan. Di sana ada satu booth di pelabuhan, bisa mengurus di sana. Tapi lebih baik mengurus di Sorong, biar sampai sana tinggal berangkat saja,” kata Ami.