Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Masyarakat Diimbau Gunakan Masker Medis Ketika Pergi ke Tempat Publik

masker

 

 

 

 

 

 

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG – Di era adaptasi kebiasaan baru, masker menjadi barang wajib bagi semua orang.

Masker harus selalu dipakai saat ke luar rumah atau ketika bepergian. Sebab, masker masih menjadi alat pelindung utama dari penyebaran virus Covid-19.

Namun, penggunaan jenis masker ternyata juga perlu mempertimbangkan situasi dan lokasinya.

Misalnya, masker kain yang merupakan masker favorit masyarakat, sebaiknya tidak dipakai di tempat-tempat umum, termasuk pasar atau mal.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting mengatakan, masker kain tidak sepenuhnya bisa melindungi ketika berada di tempat umum.

Karena itu masyarakat diimbau memakai masker medis ketika pergi ke tempat publik untuk lebih menekan penularan virus corona.

Terutama di wilayah zona merah, Alexander mengimbau masyarakat agar tidak ke luar rumah menggunakan masker kain karena memiliki tingkat penularan yang tinggi.

Penggunaan masker kain dapat dilakukan hanya di dalam rumah.

“Jadi ada masker kain ini memang kita gunakan untuk mereka kalau dia orang terisolasi. Kemudian dia pergi ke kolam ikan membuka airnya, memelihara ikan sepanjang dia ke kolam dengan masker kain enggak masalah,” kata Alexander dalam diskusi virtual di BNPB, Minggu (21/2/2021).

Namun, apabila seseorang ingin pergi ke tempat publik seperti mal hingga pasar, maka dia harus memakai masker medis. Sebab, di tempat-tempat umum itu potensi penularan lebih tinggi.

“Sebaiknya pakai masker yang tiga lapis ini. Masker medis. Kenapa? Dia punya kemampuan menyaring partikel virus itu 0.1-0.3 mikron antara 70-80 persen. Sementara kalau masker kain rata-rata antara 40-45 persen,” ungkap Alexander.

Menurut Alexander, hal itu harus menjadi pertimbangan karena saat ini penularan Covid-19 sudah ada di klaster-klaster seperti perkantoran, rumah, dan virus berada di sirkulasi.

“Kita tidak melarang penggunaan masker kain tapi kita harus sampaikan kondisinya,” tambahnya.

Alexander lantas menjelaskan fungsi 1 jenis masker lainnya, yakni masker N95 yang filtrasinya paling baik.

“Kalau seseorang pakai N95 dia akan bisa saring virus yang partikelnya 0.1-0.3 mikron itu lebih dari 95 persen. Itu makanya kalau kita ke rumah sakit, mengunjungi orang sakit, atau pergi ke daerah terkonfirmasi maka kita harus pakai N95 atau KN95 atau sejenisnya,” pesannya.

“Tapi kalau ke ruang publik di mana kita tahu virus itu sirculating di antara kita maka kita pakai masker medis,” ujarnya.

BacaJuga :

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Rifan Financindo Berjangka Gelar Sosialisasi Cerdas Berinvestasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA | PT Rifan Financindo Berjangka Buka Workshop Apa Itu Perusahaan Pialang, Masyarakat Harus Tahu

RIFAN FINANCINDO | Kerja Sama dengan USU, Rifan Financindo Siapkan Investor Masa Depan

PT RIFAN | Bursa Berjangka Indonesia Belum Maksimal Dilirik Investor

RIFANFINANCINDO | Rifan Financindo Intensifkan Edukasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Berburu keuntungan berlimpah melalui industri perdagangan berjangka komoditi

RIFAN | Rifan Financindo Optimistis Transaksi 500.000 Lot Tercapai

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Sharing & Diskusi Perusahaan Pialang Berjangka PT. RFB

PT. RIFAN | PT Rifan Financindo Berjangka Optimistis PBK Tetap Tumbuh di Medan

RIFAN BERJANGKA | Bisnis Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi, Berpotensi tapi Perlu Kerja Keras

PT. RIFAN FINANCINDO | JFX, KBI dan Rifan Financindo Hadirkan Pusat Belajar Futures Trading di Kampus Universitas Sriwijaya

PT RIFANFINANCINDO | RFB Surabaya Bidik 250 Nasabah Baru hingga Akhir Tahun

PT RFB | PT RFB Gelar Media Workshop

PT RIFANFINANCINDO BERJANGKA | Mengenal Perdagangan Berjangka Komoditi, Begini Manfaat dan Cara Kenali Penipuan Berkedok PBK

RFB | RFB Masih Dipercaya, Transaksi Meningkat

Alexander juga memaparkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masker-masker tersebut. Misalnya masker kain, pemakainya bisa bernapas lebih mudah, dan harganya juga lebih murah.

Tapi kemampuan menyaring partikel paling rendah.

Kemudian, masker medis setiap 4 jam harus diganti, termasuk juga jika basah. Harganya pun cenderung lebih mahal.

Terakhir, masker N95 harganya paling mahal dari ketiganya, dan lebih ketat sehingga membuat pemakainya kurang nyaman bernapas.

Terkait penggunaan masker, Alexander juga meminta masyarakat untuk tidak sering-sering menaikkan dan menurunkan masker.

Ia menjelaskan, masker memiliki dua sisi: luar dan dalam. Bagian dalam ialah yang bersentuhan langsung bagian tubuh manusia. Bagian itu mesti steril.

Jadi jika masker sering diturunkan bisa jadi bagian tersebut terkena virus. Sehingga saat kita kenakan kembali virus tersebut bisa masuk melalui hidung maupun mulut kita.

“Jadi naik turunkan masker itu yang kita khawatirkan adalah jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker dan bagian luar itu kita sentuh dan memasang kembali pengaitnya kena bagian dalam. Di situ masalahnya,” kata Alexander.

Kasus itu berlaku juga untuk yang sering menurunkan masker ke dagu atau leher.

Kata Alexander, bagian leher yang tidak tertutup masker bisa jadi ada virus corona-nya.

Virus itu bisa menempel saat kita berbicara dengan orang lain yang tidak mengenakan masker atau berada di tempat umum yang tingkat aktivitasnya tinggi.

“Jadi kalau kita ngobrol 1,5 meter sama pakai masker kemungkinan virusnya nempel di bagian belakang. Ada juga yang bisa tempel ke leher kita. Bisa saja dia nempel ke badan kita.”

“Makanya kalau masker itu kita turunkan ke leher atau naikkan ke atas maka otomatis bagian dalam masker sudah terkena. Kalau itu kita turunkan pakai pengait ke bawah mungkin dia akan kena ke hijab kita, kalau pakai hijab atau ke baju itu juga akan terkena,” kata Alexander.

Alexander juga menyarankan masyarakat untuk selalu membersihkan tangan sebelum mengenakan masker. Hal itu untuk menjamin masker tetap steril saat dikenakan.

“Sewaktu kita lepas dari bungkusnya dia masih steril. Tapi manakala tangan kita sudah terinfeksi, memegang talinya, maka talinya terinfeksi. Kalau pegang bagian dalamnya maka terinfeksi. Oleh karena itu saat pakai masker pastikan tangan sudah dibersihkan,” kata Alexander.

Sumber : Tribun News

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG