Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Masih Single Banyak Dana Menganggur, Investasi Saham atau Reksa Dana?

utang-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Pernyataan dari Pembaca: Saya Hasan Winja, 29 tahun, single dan mempunyai uang cadangan yang tidak dipakai apa-apa.

Kalau boleh minta saran, apakah uang cadangan ini saya belikan reksa dana atau saham? Berhubung dua instrumen ini cukup menggiurkan untuk jangka panjang.

Mana kah yang lebih baik?

Jawaban:
Setiap pemilihan produk keuangan sebaiknya dipandu oleh tujuan finansial Anda. Prinsipnya, ‘Apa Tujuanmu?’

Sebelum memutuskan berinvestasi pada reksa dana ataupun saham, sebagai investor, pak Hasan, perlu memikirkan beberapa pertimbangan berikut:

1. Imbal hasil berjalan seiring dengan risiko
Seorang investor harus menyadari bahwa setiap strategi investasi baik investasi reksa dana ataupun saham tidak hanya memberikan potensi imbal hasil namun juga potensi risiko kerugian.

Oleh karena itu Anda harus memahami dan menerima potensi risiko pada strategi investasi yang Anda pilih. Namun Anda tidak perlu khawatir karena risiko tersebut dapat diminimalisir dengan pemilihan strategi investasi yang tepat.

2. Faktor pemilihan strategi investasi yang tepat
Dalam memilih strategi investasi baik berinvestasi pada saham ataupun reksa dana, Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor di bawah ini:
Kelebihan dan Kekurangan Masing- Masing Strategi
SAHAM?
Kelebihan: Potensi imbal hasil lebih besar dibandingkan reksa dana

Kekurangan: – Investor perlu memiliki pemahaman investasi saham yang memadai
– Dana yang diperlukan lebih besar karena adanya minimal pembelian sebesar 100 lot
– Potensi risiko yang lebih tingi dibandingkan reksa dana

REKSA DANA
Kelebihan: – Dana dikelola oleh manajemen investasi yang tersertifikasi, sehingga investor dengan pemahaman investasi terbatas dapat terbantu
– Dana minimum investasi yang lebih rendah sekitar Rp 100 ribu- Rp 1 juta
– Potensi risiko yang lebih rendah karena pengelolaan reksa dana menerapkan konsep diversifikasi

Kekurangan: – Potensi imbal hasil yang lebih kecil dibandingkan saham

Periode Investasi
Strategi investasi yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan periode investasi yang direncanakan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir risiko strategi investasi. Berikut ringkasannya:

  • Periode investasi lebih dari 5 tahun, Saham atau Reksa Dana Saham atau Reksa Dana Campuran
  • Periode investasi 2- 5 tahun, Reksa Dana Campuran atau Reksa Dana Pendapatan Tetap
  • Periode Inevstasi kurang dari 2 tahun, Reksa Dana Pasar Uang

Toleransi Risiko
Risiko yang dikandung strategi investasi dapat memicu faktor psikologis atau kekhawatiran investor. Oleh karenanya, Anda juga perlu memperhatikan toleransi risiko yang Anda miliki.

Semakin tinggi tingkat toleransi risiko yang Anda miliki maka Anda bisa memilih strategi investasi yang memiliki risiko semakin besar. Ranking potensi risiko dari yang tertinggi adalah saham, reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

Jadi sebelum memutuskan berinvestasi pada saham ataupun reksa dana, pak Hasan perlu (1) memahami dan menerima potensi risiko yang dimiliki oleh strategi investasi saham dan reksa dana dan (2) menentukan strategi investasi yang tepat setelah mempertimbangkan ketiga faktor di atas.

Selamat berinvestasi dan live a beautiful life!