Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Market Outlook 29 Juni ? 3 Juli 2015

Rifan Financindo Berjangka – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau melemah kembali oleh minimnya sentimen positif, tekanan short profit taking, serta imbas kekuatiran pasar global akan krisis Yunani, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah 1.2% ke level 4,923.01. Untuk minggu berikutnya ini (28 Juni ? 3 Juli) IHSG kemungkinan masih dalam tekanan sehingga bursa agak melandai. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5000 dan 5100, sedangkan support di level 4825 dan kemudian 4652.

Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau balik lagi melemah menghadapi rebound-nya rally dollar di pasar global, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13.338. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13.390 dan 14.200, sementara support di level 13.270 dan 13.230.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting, termasuk rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate yang acap kali menjadi perhatian pasar. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Darikawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; dilanjutkan dengan data ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Manufacturing PMI pada Rabu malam; kemudian rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate yang kerap jadi perhatian pasar, serta berikutnya data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; sedangkan Jumat pasar Amerika tutup karena merayakan hari kemerdekaan mereka (Independence Day).
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa Eurogroup Meetings pada hari Selasa; selanjutnya rilis Manufacturing PMI Inggris pada Rabu sore; disambung dengan data Construction PMI Inggris pada Kamis sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis Tankan Manufacturing Index di Jepang, HSBC Final Manufacturing PMI untuk China pada Rabu pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terlihat bangkit dari koreksi pasarnya karena ketidakjelasan penyelesaian krisis Yunani melemahkan euro, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau alami rebound ke level 95.360. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau menurun ke level 1.1170. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0815 dan 1.0660 sementara resistance pada 1.1467 dan kemudian 1.1870.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.5744 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.5945 dan 1.6275 sedangkan support pada 1.5160 dan kemudian 1.4854. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 123.80. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 125.86 dan 129.20, serta support pada 120.64 serta level 118.30. Sementara itu, Aussie dollar terpantau turun tipis ke level 0.7656. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7595 dan 0.7456, sementara resistance level di 0.7838 dan 0.8170.

Bursa Saham Kawasan
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak mixed dengan tekanan pasar di akhir pekan karena isyu Yunani yang masih menguatirkan. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menanjak ke level 20706. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20965 dan 21200, sementara support pada level 19965 dan lalu 19220. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 26610. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28600 dan 29000, sementara support di 26345 dan 25100.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau berakhir melemah diwarnai oleh kekuatiran pasar bahwa krisis Yunani akan menuju default yang dapat memberikan sentimen negatif atas pasar modal global. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 17,950.55, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 18350 dan 18420, sementara support di level 17695 dan 17570. Index S&P 500 minggu lalu melemah tipis ke level 2,101.42, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2130 dan 2200, sementara support pada level 2067 dan 2030.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau agak melemah dengan menguatnya kembali mata uang US$, di mana harga emas dunia melemah terbatas ke level $1174.25 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1232 dan berikut $1300, serta support pada $1162 dan $1140. Di Indonesia, harga emas terpantau turun sedikit ke level Rp502,238.

Berbagai isyu ekonomi global silih berganti mewarnai pegerakan pasar investasi acapkali secara bergantian, misalnya situasi perkembangan ekonomi di Amerika Serikat, lalu krisis Yunani, dan seterusnya. Di sisi lain perkembangan ekonomi domestik Indonesia juga bergerak dinamis yang membuat dana asing masuk keluar dengan aktif. Kita melihat bahwa fundamental ekonomi begitu significant dalam memengaruhi pasar. Bagi investor lokal yang, katakanlah, bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi kadang tidak mudah untuk memahami dinamika berbagai indikator perekonomian tersebut. Kendala itu bukan merupakan masalah kalau Anda terus menyimak berita dan analisis pasar di vibiznews.com. Banyak orang telah mengakuinya. Terima kasih tetap bersama kami karena kami hadir demi mendukung sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!