Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Market Outlook 24-28 Maret 2014

5

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia tergerus oleh berita pernyataan pimpinan the Fed, Janet Yellen, yang mencanangkan akan menaikkan suku bunga the Fed, sehingga bursa ditutup melorot, sesuai prediksi sebelumnya, 3,66% ke level 4.700,22.

Untuk minggu berikutnya ini (24-28 Maret 2014) bursa akan terkonsolidasi dengan peluang rebound terbatas para pelaku pasar. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level baru di posisi 4910 dan 5055, sedangkan support di level 4650 dan kemudian 4520.

Mata uang rupiah seminggu lalu kembali mengalami koreksi di tengah rebound US dollar secara global oleh rencana kenaikan suku bunga the Fed, di mana secara mingguan rupiah agak melemah ke level 11.431. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 11.700 dan 12.200, sementara support di level 11.350 dan 10.910.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

?Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence dan New Home Sales pada Selasa malam; kemudian data Core Durable Goods Orders m/m pada Rabu malam; dilanjutkan dengan Pending Home Sales bersama dengan rilis Unemployment Claims pada Kamis malam.

?Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis data German Flash Manufacturing PMI pada Senin sore; diikuti dengan rilis German Ifo Business Climate pada Selasa sore; dilanjutkan data Retail Sales m/m Inggris pada Kamis sore.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar tampak bangkit dan mengalami rally oleh Yellen bahwa the Fed berencana akan menaikkan suku bunganya, di mana secara mingguan index dollar AS bangkit menguat ke level 80.130. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau terkoreksi ke posisi level 1.3790. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.3965 dan kemudian 1.4250, sementara support pada 1.3745 dan 1.3480.

Poundsterling minggu lalu terlihat terkoreksi lagi ke level 1.6489 terhadap dollar oleh ketidakjelasan kebijakan moneter berikutnya sebagaimana terlihat dalam MPC minutes terakhir. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.6655 dan kemudian 1.6785, sedangkan support pada 1.6260 dan 1.6125. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 102.31. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.80 dan 105.45, serta support pada 101.17 serta level 98.90. Sementara itu, Aussie dollar terpantau stabil di seputar level 0.9090. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.8660 dan 0.8000, sementara resistance level di 0.9130 dan 0.9445.

Bursa Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah karena rencana the Fed yang akan menaikkan suku bunganya dan pelambatan industry manufaktur di China. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir melemah ke level 14224. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 16320 dan 17485, sementara support pada level 14000 dan lalu 13180. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah lagi ke level 21404. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22980 dan 24180, sementara support di 20240 dan 19450.

Bursa saham Wall Street minggu lalu bangkit dari koreksinya dengan data perbaikan di sector tenaga kerja yang memberikan sinyal positif penguatan ekonomi Amerika. Dow Jones Industrial secara mingguan menanjak ke level 16,302.77, dengan rentang pasar berikutnya resistance level pada 16580 dan 16620, sementara support di level 15985 dan 15335. Index S&P 500 minggu lalu menguat 1.4% ke level 1866.65, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 1900 dan 1930, sementara support pada level 1820 dan 1735.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu melorot sejalan dengan penguatan mata uang US dollar secara global, di mana harga emas dunia jadi terkoreksi ke level $1332.50 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1390 dan berikut $1430, serta support pada $1325 dan $1305. Di Indonesia, harga emas terpantau juga menurun ke level Rp489,600.

Bagaimana hasil trading investasi Anda? Ada yang bagus, dan ada yang buruk, mungkin. Memang tidak mudah bermain di pasar instrument investasi ini. Faktanya, sejujurnya, jauh lebih banyak kelompok orang yang mengalami loss ketimbang profit secara konsisten.