Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Market Outlook 23-27 Juni 2014

maxresdefault36-700x357

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia masih tergerus oleh sentimen negatif seperti tertekannya mata uang rupiah, sehingga bursa ditutup melemah 0,34% ke level 4.847,70. Untuk minggu berikutnya ini (23-27 Juni 2014) bursa cenderung konsolidatif menunggu signal positif dari kawasan dan menantikan isyu menjelang pilpres yang mendekat ini. Secara mingguan, IHSG berada dengan resistance level di posisi 5000 dan 5090, sedangkan support di level 4800 dan kemudian 4520.?
??? ?


Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau lanjut tertekan dengan adanya pemangkasan anggaran pemerintah, di mana secara mingguan rupiah terseok 0,86% ke level 11.967. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 12.015 dan 12.070, sementara support di level 11.420 dan 11.350.?
? ?
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:?
?Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Existing Home Sales pada Senin malam; diikuti dengan rilis New Home Sales pada Selasa malam; selanjutnya data Core Durable Goods Orders m/m pada Rabu malam; kemudian data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam.?
?Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis data German Flash Manufacturing PMI pada Senin sore; diikuti dengan rilis German Ifo Business Climate pada Selasa sore; ditutup dengan data Current Account Inggris pada Jumat sore.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terpantau agak turun sehubungan pernyataan the Fed yang menyebutkan masih akan tetap mempertahankan suku bunga rendahnya, di mana secara mingguan index dollar AS melemah sedikit ke level 80.320. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau menguat tipis ke posisi level 1.3600. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.3995 dan kemudian 1.4250, sementara support pada 1.3505 dan 1.3480.

Poundsterling minggu lalu terlihat menanjak lagi ke level 1.7013 terhadap dollar, level tertinggi 5.5 tahun terakhirnya ?sejak tahun 2008- dengan perkiraan pasar bahwa BOE akan menaikkan suku bunganya. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.7060 dan kemudian 1.7510, sedangkan support pada 1.6915 dan 1.6690. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir stabil di level 102.07. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.80 dan 105.45, serta support pada 101.17 serta level 98.90. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.9390. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.8996 dan 0.8660, sementara resistance level di 0.9455 dan 0.9544.

Stock Index Futures
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum agak mixed antara ekspektasi pemulihan ekonomi di kawasan dan aksi profit taking. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir naik ke level 15349. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 16320 dan 17485, sementara support pada level 14835 dan lalu 13875. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah sedikit ke level 23216. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23465 dan 24120, sementara support di 21685 dan 21170.?
?? ?
Bursa saham Wall Street minggu lalu mengalami penguatan dan cetak rekor tertinggi barunya kembali setelah pernyataan the Fed yang memberikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi kedepannya. Dow Jones Industrial secara mingguan terkerek ke level 16,950.48, rekor tertinggi barunya, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 16970 dan 17025, sementara support di level 16700 dan 16335. Index S&P 500 minggu lalu juga menanjak untuk cetak rekor ke level 1,960.98, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 1970 dan 2000, sementara support pada level 1925 dan 1860.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat di minggu yang ketiga setelah the Fed memutuskan akan bertahan dulu pada suku bunga rendah serta sejalan dengan kenaikan harga minyak bumi yang terpicu oleh situasi panas di Irak, di mana harga emas dunia melejit ke level $1314.05 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1330 dan berikut $1390, serta support pada $1235 dan $1185. Di Indonesia, harga emas terpantau melonjak ke level Rp505,600.