Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Market Outlook 2-6 Juni 2014

outlook1-700x357

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia kembali melorot di tengah suasana libur yang selang-seling yang mendorong investor terutama asing berada dalam posisi net sell, sehingga bursa ditutup melemah 1,16% ke level 4.893.91. Untuk minggu berikutnya ini (2-6 Juni 2014) bursa mungkin akan berpeluang bangkit kembali mengingat bursa global dan kawasan yang terus menanjak. Secara mingguan, IHSG berada dengan resistance level di posisi 4935 dan 5055, sedangkan support di level 4650 dan kemudian 4520.?


??? ?
Mata uang rupiah seminggu lalu terpantau melemah tipis sehubungan sempat terjadi arus capital outflow di pasar uang, di mana secara mingguan rupiah turun ke level 11.611. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 11.670 dan 11.800, sementara support di level 11.420 dan 11.350.?
? ?
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting yang cukup banyak, sebagaimana biasanya pada minggu pertama tiap bulan. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:?

?Dari kawasan Amerika: berupa rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; dilanjutkan dengan rilis ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Non-Manufacturing PMI pada Rabu malam; kemudian data tenaga kerja Unemployment Claims pada Kamis malam; ditutup dengan rilis yang kerap jadi pusat perhatian pasar mengenai tenaga kerja yaitu Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.

?Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis data Manufacturing PMI? Inggris pada Senin sore; diikuti dengan rilis Official Bank Rate dari Bank of England (BOE) yang kemungkinan bertahan di level 0.50% serta Minimum Bid Rate dari European Central Bank (ECB) yang kemungkinan akan turun ke level 0.10% dari 0.25% pada Kamis sore.

?Dari kawasan Asia dan Australia:? berupa rilis data HSBC Final Manufacturing PMI untuk China dan RBA (Australia) Rate Statement yang diperkirakan bertahan di level 2.50%; keduanya pada Selasa pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terpantau agak konsolidasi setelah rally sebelumnya,? di mana secara mingguan index dollar AS sedikit terkoreksi ke level 80.380. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau stabil di posisi level 1.3633. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.3965 dan kemudian 1.4250, sementara support pada 1.3555 dan 1.3480.

Poundsterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.6760 terhadap dollar.? Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.6997 dan kemudian 1.7040, sedangkan support pada 1.6725 dan 1.6654. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir stabil di level 101.79. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 104.80 dan 105.45, serta support pada 101.17 serta level 98.90. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik sedikit ke level 0.9311. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.8996 dan 0.8660, sementara resistance level di 0.9455 dan 0.9544.

Stock Index Futures
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat terdorong oleh optimisme pasar akan pemulihan perekonomian global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menanjak ke level 14632. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 15165 dan 16320, sementara support pada level 13875 dan lalu 13180. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 23054. Minggu ini akan berada antara level resistance di 23200 dan 24120, sementara support di 21170 dan 20240.?
?? ?
Bursa saham Wall Street minggu lalu melonjak kembali terangkat oleh sentiment pasar akan pertumbuhan ekonomi Amerika sehingga S&P 500 berlanjut mencetak rekor baru lagi. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 16,713.45, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 16733 dan 16760, sementara support di level 16335 dan 16030. Index S&P 500 minggu lalu menanjak 1.2% ke level 1,921.89, level rekor tertingginya yang baru dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 1930 dan 1970, sementara support pada level 1850 dan 1807.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu tertekan cukup dalam ketika dana investor berpindah ke bursa saham, di mana harga emas dunia anjlok ke level $1250.55 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1330 dan berikut $1390, serta support pada $1265 dan $1235. Di Indonesia, harga emas terpantau melorot ke level Rp469,300.