Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Management “Duit”

RIFANFINANCINDO

Rifanfinancindo – Semarang,?Sudah cukup lama saya berprofesi sebagai perencana keuangan. Walaupun mungkin sebagian orang melihat saya sebagai pembicara di beberapa acara, namun sebenarnya prioritas kita adalah untuk menangani klien atau customer kami untuk mencapai tujuan keuangannya.

Seperjalanan saya menangani klien, seringkali terjadi klien yang ingin berkonsultasi namun bingung apa yang harus dikonsultasikan atau apa yang harus mereka jadikan tujuan di keuangan mereka. Jadi nggak heran sering kali ketika bertemu klien malah berkata “saya ngga tau mau ngapain disini pak, tapi saya tahu saya harus mengatur keuangan saya”.

Tiga utama tujuan keuangan
Banyak hal sih sebenarnya yang bisa didiskusikan atau dikonsultasikan ketika bertemu perencana keuangan, mulai dari masalah utang, masalah cashflow, masalah pengeluaran yang tidak terkendali dan sebagainya. Tapi juga tidak selalu melulu membicarakan masalah sebab di perencana keuangan Anda bisa membicarakan tentang prioritas perencanaan yang minimal harus mereka lakukan sebagai keluarga, saya menyebutnya dengan 3 utama tujuan keuangan.

1. Pendidikan anak
Ini adalah tujuan pertama yang yang harus disiapkan. Seorang anak adalah tanggung jawab orang tua yang harus dipertangungjawabkan dengan serius. Sebab anak tidak bisa memilih orang tuanya, dan keberhasilan mereka akan bergantung dari bagaimana orang tuanya mempersiapkan diri mereka kelak. Termasuk di pendidikannya. Dari sisi keuangan, biaya pendidikan adalah biaya yang tidak pernah turun apapun kondisi ekonomi yang terjadi di sekitarnya. Ketika ekonomi naik biaya pendidikan naik, ketika ekonomi turun biaya pendidikan tetap saja naik meskipun tidak sebesar ketika ekonomi tumbuh. Jadi perencanaan pertama adalah biaya pendidikan.

2. Pensiun
Perencanaan dan tujuan kedua adalah persiapan pensiun. Setelah anak disiapkan maka sebaiknya kita mempersiapkan juga masa depan diri kita sendiri. Banyak sih yang berkata nanti ketika pension saya akan bergantung kepada anak. Nggak salah juga, namun coba disadari bahwa tantangan anak kita kelak jauh lebih berat dibandingkan kita. Persaingan makin sengit dan sangat mungkin terjadi perjuangan mereka jauh lebih berat dari kita saat ini, maka tidak selayaknya kita masih membebani mereka.

3. Proteksi
Nah yang terakhir adalah proteksi atau asuransi. Ini adalah tujuan atau perencanaan terakhir yang harus disiapkan agar sebuah keluarga memiliki paket perencanaan keuangan minimal yang lengkap. Coba perhatikan ke dua tujuan di atas sebenarnya membicarakan mengenai investasi sedangkan yang ketiga membicarakan proteksi. Proteksi ibarat tameng dan investasi seperti pedang. Jadi ketika kita maju berperang maka persenjataan kita harus lengkap untuk menyerang dan bertahan. Jadi kalau misalnya terjadi risiko dan 2 tujuan keuangan di atas belum memberi hasil maka tujuan ketiga atau proteksilah yang membatu kita menjamin tujuan tadi tercapai.

Demikian kutipan Rifan Financindo dari Financia Consulting.