Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Malas Menggerakkan Pantat? Awas, Bisa Kena ‘Dormant Butt Syndrome’

44b7533f-0a05-45e9-8797-044deeccdf1b_169Rifan Financindo Berjangka -?Banyak duduk bukan hanya berisiko menyebabkan pantat tepos. Menurut pakar, malas menggerakkan pantat juga bisa menyebabkan ‘dormant butt syndrome’ yang berpotensi memicu cedera lain di sekitar pantat.
Istilah ‘dormant butt syndrome’ baru-baru diperkenalkan oleh para ilmuwan dari The Ohio State Wexner Medical Center, untuk menyebut ketidakseimbangan otot hip flexor di panggul dengan otot glute di bagian pantat. Sederhananya, otot pantat melemah karena jarang digerakkan.

Dampak dari ketidakseimbangan ini cukup serius, yakni risiko cedera akibat tarikan dan tekanan pada otot maupun sendi di sekitar otot pantat. Cedera bisa terjadi karena otot di seluruh tubuh merupakan sebuah sistem, sehingga melemahnya otot pantat akan berdampak ke bagian lainnya.

“Sering ketika orang datang dengan cedera lutut dan panggul, sebenarnya hanya karena otot pantatnya kurang kuat,” kata salah seorang ilmuwan, Chris Kolba, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (26/5/2016).

Otot pantat, menurut Chris seharusnya berfungsi sebagai peredam kejut saat tubuh bergerak. Jika tidak cukup kuat, bagian lain di sekitarnya akan mengambil alih fungsi tersebut sehingga rawan cedera karena harus menjalankan fungsi yang tidak seharusnya.

Lalu apa saja yang bisa memicu ‘dormant butt syndrome’? Chris menyebut kurang olahraga, terlalu banyak duduk, dan bahkan tidur dalam posisi fetal atau meringkuk, bisa membuat otot pantat melemah dan memicu sindrom tersebut.