Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Limbah Baterai Mobil Listrik Polusi yang Berbahaya

bf8ceb88-cb68-4a6e-9a95-a5abe80e72c2_43Rifan Financindo Berjangka -?Mobil listrik saat ini memang dianggap sebagai mobil ramah lingkungan yang tidak menimbulkan emisi gas buang. Namun bukan berarti mobil listrik tidak memiliki efek samping yang berbahaya.

Ternyata, limbah baterainya justru menjadi limbah berbahaya. Fakta ini disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi. Dia menyebut, mobil listrik juga memiliki polusi. Selain dari pembangkit listrik yang di Indonesia masih menggunakan pembangkit batu bara, polusi juga ditimbulkan oleh baterai.

“Mobil listrik ada emisinya. Yang namanya baterai, itu adalah polusi yang paling bahaya. Itu racunnya luar biasa,” kata Nangoi kepada detikOto.

Memang, lanjut Nangoi, sekarang mobil listrik dipakai tidak terasa dampaknya. Namun, 20 tahun kemudian, limbah baterainya akan berbahaya. Karena itu, sebelum siap merilis mobil listrik, penanganan baterai ini harus diperhatikan. Dia mencontohkan baterai telepon genggam, para pemulung atau tukang loak pun tidak ada yang mau menampung baterai bekas.

“20 tahun lagi itu berapa banyak limbah baterai, pasti banyak, misalkan satu tahun 2 juta mobil listrik. Kita siap enggak limbahnya itu. 20 tahun kemudian baterainya buangnya ke mana,” ucap Nangoi.

“Nah itu Anda bayangin satu orang satu baterai itu dibuang-buang ke tanah. Di Jepang enggak boleh buang kayak begitu. Baterai harus dibuang khusus, jadi tidak boleh sembarangan,” lanjutnya.

Makanya, soal teknologi kendaraan ramah lingkungan, produsen mobil tak hanya mengembangkan mobil listrik atau hybrid. Justru dia menganggap mobil hidrogen yang lebih bersih.

“Di otomotif kalau ngomogin green itu bukan hanya listrik dan hybrid. Tapi hidrogen. Itu lebih clean sebetulnya. Karena kalau listrik itu baterainya bahaya,” pungkas Nangoi.