Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Lho, Masih Ada yang Pakai CDMA?

167211-0_663_382

Rifan Financindo Berjangka – Saat ini, semua operator seluler di Indonesia sedang gencar-gencarnya memasarkan jaringan 4G LTE. Smartfren, yang praktis menjadi satu-satunya operator yang masih bertahan di pasar CDMA Indonesia, pun sudah mengalihkan fokusnya ke 4G LTE.

Akan tetapi, siapa sangka, teknologi jaringan CDMA yang lebih lawas itu, masih tetap diminati oleh pelanggan.

Hal tersebut diungkap oleh Roberto Saputra, Direktur Smartfren, di sela-sela kunjungan pabrik LG Innotek di Korea Selatan, Rabu (7/10/2015).

Roberto mengatakan, pihak Smartfren pun terkejut akan hal itu. “Terus terang, kita (Smartfren) masih ada aktivasi CDMA. Saya surprise juga peminat CDMA masih ada,” ujar Roberto.

Lebih lanjut, Roberto menjelaskan bahwa pengguna layanan CDMA milik Smartfren masih tersebar di seluruh Indonesia. Akan tetapi, sebagian besar dari pelanggan diketahui terletak di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Nasional masih ada. Saat ini, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) kontribusi nasional masih 40 persen. Itu masih besar,” ungkap Roberto.

CDMA Dijaga Tetap Hidup

Meski sudah juga menggelar dan berfokus ke layanan 4G LTE, Smartfren dikatakan akan terus mempertahankan jaringan CDMA, selama masih ada penggunanya.

Namun di sisi lain, Smartfren tidak akan lagi melanjutkan ekspansi jaringan tersebut.

“CDMA memang akan kita maintain. Dalam arti kita tidak akan shutdown selama masih ada demand. Tapi memang kita akan stop ekspansi,” bebernya.

Hal apa yang mendorong pelanggan Smartfren tetap menggunakan layanan CDMA? Menurut Roberto, pengguna jaringan ini memang banyak yang loyal sehingga tidak mau berpindah dari layanan tersebut.

Pelanggan CDMA pun tampaknya belum terlalu mau berpindah ke 4G karena memang tidak membutuhkan internet yang lebih cepat. Pengguna menggunakan jaringan tersebut hanya untuk sosial media ringan dan layanan biasa.

“Orang beli CDMA itu karena handphone-nya rusak. Kalo beli 4G itu karena ingin upgrade,” katanya.

Bukan Hanya di Indonesia

Roberto pun menyamakan kesetiaan para pengguna CDMA Smartfren dengan salah satu operator CDMA di Korea Selatan, LG U+. Meskipun layanan 4G LTE sudah mendominasi Negeri Ginseng tersebut, masih ada saja yang loyal terhadap CDMA.

Persentasenya pun cukup besar, yakni 25 persen. Sementara itu, 4G LTE telah digunakan oleh 75 persen pelanggan LG U+.

“Ada orang yang ditawari apapun tidak mau pindah (ke 4G). Device mungkin sudah 5 tahun lebih,” kata Roberto.

LG U+ sendiri dikatakan siap mengambil langkah apabila masih ada pelanggan CDMA yang enggan beralih. “Kalau mereka tidak mau pindah, mungkin akan dipaksa shutdown (layanannya),” pungkas Roberto.