Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

KULIT IKAN SEBAGAI OBAT UNTUK KULIT TERBAKAR | RIFANFINANCINDO

rifanfinancindo

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – SEMARANG, Penelitian penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar sedang dilakukan di Brazil. Peneliti mengklaim kulit ikan bisa menjadi alternatif kulit babi yang selama ini digunakan untuk mengobati luka bakar.

Eksperimen tak biasa ini dilakukan oleh para peneliti dari Federal University of Ceara. Kulit ikan yang digunakan berasal dari ikan tilapia, ikan air tawar yang biasa ditemui di perairan Brazil. Tilapia sendiri adalah sebutan umum untuk ratusan ikan air tawar yang berasal dari keluarga Cichlidae. Contoh dari ikan tilapia yang populer di Indonesia seperti ikan mujair atau nila.

“Belum pernah ada yang menggunakan kulit ikan tilapia untuk mengobati luka bakar sebelumnya. Daging tilapia merupakan komoditi pangan yang baik, dan kulitnya akan dibuang. Karena itu penggunaan kulit tilapia bisa memberikan banyak manfaat bagi nelayan,” tutur Odorico de Morais, profesor sekaligus peneliti dari Ceara University, dikutip dari Reuters.

Operasi penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar

Kulit ikan tilapia diklaim memiliki manfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar di kulit. Selain itu, penggunaan kulit ikan ini juga mampu meredakan rasa sakit yang dirasakan pasien.

Menurut peneliti, hal ini dikarenakan kulit ikan tilapia memiliki kelembapan yang baik dan memungkinkan terjadinya transfer kolagen, dari kulit ikan ke kulit pasien, yang mempercepat proses regenerasi sel-sel di kulit. Selain itu, penggunaan kulit ikan juga diklaim lebih ekonomis karena tidak perlu sering diganti layaknya penggunaan perban kain kasa.

Tentu saja kulit ikan yang digunakan harus dipastikan bersih dari ancaman kuman dan bakteri. Karena itu kulit ikan yang digunakan ke pasien sudah harus melalui proses sterilisasi dan pembekuan. Jika disimpan di kulkas, kulit ikan ini mampu bertahan selama dua tahun.

“Tidak ada bau amis atau bau ikan sama sekali karena sudah diproses dan disterilisasi sebelumnya,” tandas peneliti lagi.

Penelitian serupa juga sedang dilakukan di China. Bedanya, penelitian di China dilakukan pada mencit, sementara para peneliti di Brazil memilih langsung mencobanya ke kulit manusia.

Ikan Tilapia, di antaranya adalah mujair dan nila, yang kulitnya digunakan sebagai bahan untuk mengobati luka bakar

Antonio Janio adalah salah satu partisipan penelitian ini. Mengalami luka bakar karena tabung gas meledak saat bekerja di bengkel, Antonio bisa kembali beraktivitas setelah hanya mendapat perawatan selama 10 hari.

“Gunakan kulit ikan tilapia. Tidak sakit, tidak perlu minum obat, dan hanya perlu ditempel satu kali tanpa harus diganti berulang-ulang,” paparnya.

Ramadan tentu dinantikan umat Islam di dunia, termasuk Indonesia. Meski penuh berkah, puasa Ramadan tak jarang menimbulkan efek samping pada penampilan. Selain membuat bibir dan kulit kering karena tidak minum, mata pun kadang jadi menghitam sebab kurang tidur. Jika kulit kering bisa diatasi dengan pelembap, bagaimana dengan tampilan mata panda?

Biasanya wanita mengakali tampilan mata yang sembab atau menghitam dengan concealer. Tapi untuk Anda yang kurang suka atau tidak punya waktu makeup, hal itu tentu akan merepotkan. Sebagai alternatifnya, coba lakukan pemijatan di area tersebut. Teknik pemijatan juga baik dilakukan untuk Anda yang punya tumpukan pekerjaan saat Ramadan sehingga sering menatap layar.

Kurang tidur dan banyak menatap komputer pun dapat memperburuk tampilan mata panda. Mata bisa jadi kering, selain terlihat bengkak dan menghitam. Hal tersebut dikarenakan aliran darah di daerah mata tidak lancar. “Begitu banyak pembuluh darah vena, arteri, dan kapiler yang menggumpal di mata, jadi itu alasan utama mengapa matamu bengkak dan timbul lingkaran hitam,” kata praktisi kesehatan holistik, Julie Clark.

Untuk itu, Anda yang kurang tidur disarankan untuk tidak memperparah kondisi dengan terlalu lalu menatap layar. Hindari pula terlalu stres ketika menyelesaikan pekerjaan di kantor karena dapat memicu kerutan.

“Ketika di bawah stres atau tekanan, rahang kamu kemungkinan besar menegang, dahi mengernyit, atau membuat ekspresi-ekspresi tertentu wajah secara tidak sadar. Seiring berjalannnya waktu, ini memicu timbulnya kerutan di wajah,” tambah Julie.

Lalu bagaimana cara mudah untuk membantu menghilangkan tampilan mata panda karena kurang tidur dan terlalu banyak menatap layar? Ikuti teknik pijat dari Julie berikut ini:

1. Guanakan ibu jari atau jari telunjuk untuk menekan tulang alis.
2. Lalu ambil napas dalam dan coba untuk rileks selagi tetap menekan tulang alis dengan tekanan kuat. Lanjutkan hingga 30 detik lamanya.