Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Krisis China Mereda, Wall Street Ditutup Positif

Traders work shortly after the opening bell on the floor of the New York Stock Exchange

Rifan Financindo Berjangka -Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup positif setelah sehari sebelumnya jatuh. Ini didorong oleh usaha China meredam gejolak di pasar sahamnya.


Kemarin Wall Street turun tajam karena gejolak di pasar saham China. Selain krisis di China, kejatuhan harga komoditas dan krisis utang di Yunani juga membuat pelaku pasar khawatir.

Regulator pasar modal di China menerapkan kebijakan pelarangan aksi jual saham oleh pemegang saham perusahaan besar yang terdaftar di pasar modal. Kebijakan ini berlaku untuk 6 bulan ke depan.

Sejak pertengahan Juni 2015, pasar saham China sudah jatuh 30%. Investor khawatir, gejolak ini berpengaruh kepada sistem keuangan dunia. Dampaknya bakal lebih bahaya daripada krisis di Yunani.

“Ada kepercayaan, gejolak di China tidak akan berlanjut,” kata Analis, Steve Goldman, dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2015).

Indeks saham Dow Jones naik 33,2 poin (0,19%) ke level 17.548,62. Indeks S&P 500 naik 4,63 poin (0,23%) ke 2.051,31. Sementara indeks Nasdaq naik 12,64 poin (0,26%) ke 4.922,40. Di awal perdagangan, indeks saham sempat naik hingga 1%.

Saham Apple turun 2,04% menjadi US$ 120,07 per lembar, ini karena kekhawatiran gejolak ekonomi China bisa menurunkan pembelian iPhone.

Ada sekitar 6,6 miliar lembar saham yang ditransaksikan di Wall Street, ini di bawah rata-rata harian sebanyak 7,1 miliar lembar saham.

(dnl/dnl)