Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Korban Penembakan Kelompok Abu Sayyaf Kritis, 14 WNI Masih Disandera

56fc7d42a4b06-kelompok-bersenjata-pimpinan-abu-sayyaf-di-filipina_663_382Rifan Financindo Berjangka -?Setelah dikabarkan dalam kondisi stabil, Lambas Simanungkalit, warga negara Indonesia (WNI) korban penembakan kelompok Abu Sayyaf, dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Sempurna, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu tercatat sebagai anak buah kapal (ABK) kapal tunda TB Henry.

Ia terkena tembakan di bagian ketiak kiri setelah kapal tersebut dibajak tujuh pria bersenjata di perairan perbatasan Filipina-Malaysia, Jumat (15/4/2016) petang.

“Sabtu malam saya mendapat kabar dari owner (pemilik) perusahaan pemilik TB Henry, Lambas dalam kondisi kritis akibat luka tembak. Lambas saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Sempurna Malaysia,” ucap Kepala Patroli Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Syahruddin, Minggu (17/4/2016).

Syahruddin berharap Lambas bisa melewati masa kritisnya.

“Kita semua berdoa saja, mudah-mudahan Lambas bisa sembuh,” ucapnya.

Dalam pembajakan itu lima ABK dikabarkan selamat, sedangkan empat ABK diculik oleh kelompok bersenjata yang menggunakan speedboat dalam aksinya.

Sampai saat ini belum ada tuntutan dari kelompok penculik.

Pemerintah Filipina belum tak bersedia memberi komentar soal penyerangan dan penculikan terhadap ABK TB Henry.

Namun pemerintah Filipina bertekad tak akan berhenti mengajak musyawarah kelompok militan Abu Sayyaf yang dituding berada di balik berbagai aksi penyanderaan.

“Kami tengah melakukan operasi untuk menumpas Abu Sayyaf. Mereka sekarang dalam pengejaran. Mereka memberi perlawanan hebat, demikian pula kami,” kata Manuel Queson III, Wakil Menteri Pengembangan Komunikasi Kepresidenan dan Perencanaan Stategis, seperti dikutip The Philippines Star, Minggu.

Menurut Manuel Queson, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri akan memberi informasi yang diperlukan mengenai perkembangan kasus penculikan terhadap para WNI.

“Angkatan Bersenjata sedang mengejar para bandit tersebut. Kita jangan membantu musuh dengan cara menyebarkan informasi salah atau rumor yang belum diverifikasi pihak berwenang,” katanya.

Kabar terbaru, aparat keamanan Filipina menangkap anggota kelompok Abu Sayyaf, Johar Jaalam, dalam sebuah mall di Kota Zamboanga, Sabtu sore.

Petugas intelijen meringkus Johar ketika ia tengah berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan.

Johar Jaalam dituduh terlibat sejumlah kasus penculikan. Penangkapan tersebut dimanfaatkan oleh aparat kepolisian setempat untuk mengungkap jaringan teoris di kawasan tersebut.

Korban Tewas Bertambah
Operasi militer besar-besaran digelar di kawasan Sulu, FilipinaSelatan, untuk mencari dan menyelamatkan para sandera yang disekap kelompok Abu Sayyaf.

Beberapa hari lalu kelompok Abu Sayyaf mengeluarkan ultimatum dalam bentuk video terkait penyanderaan tiga orang asing dan seorang warga negara Filipina.

“Kami mempertaruhkan nyawa. Kami tidak menurunkan itensitas operasi militer,” ujar Mayor Filemon Tan Jr, Juru Bicara Komando Mindanao Barat Angkatan Bersenjata Filipina.

Dalam video yang baru-baru ini diunggah di media sosial, kelompokAbu Sayyaf memberi ultimatum terkait penyanderaan terhadap John Ridsdel dan Robert Hall (keduanya warga negara Kanada), Kjartan Sekkingstad (Norwegia), dan Filipina Marites Flor (Filipina) sampai batas waktu 25 April untuk membayar uang tebusan.

Para penculik mengancam mereka membunuh para sandera kalau tuntutan tidak dipenuhi. Mereka diculik pada September tahun lalu dari sebuah resor di Samal Island, Davao del Norte, kemudian dibawa ke hutan di kawasan Sulu.

Penculik menurunkan tuntutan uang tebusan dari dari 1 miliar peso menjadi 300 juta peso untuk masing-masing tawanan asing.

Hingga saat ini kelompok Abu Sayyaf menyandera 29 orang termasuk 14 WNI, empat warga Malaysia, dan enam warga Filipina.

Mayor Filemon Tan tidak bisa memastikan apakah semua sandera berada di Sulu. Ia mengatakan bisa jadi ada kelompok militan lain yang beroperasi di perairan Sulu berada di balik penyanderaanWNI dan warga negara Malaysia.

Jumlah anggota kelompok militan yang operasi militer bertambah menjadi 37 orang. Militer Filipina menyerang basis mereka di pedalaman Tipo-Tipo, Basilan.

“Ada lima orang anggota kelompok Abu Sayyaf yang tewas setelah militer Filipina menyerbu kamp pelatihan mereka di Barangay Baguindan, Tipo-Tipo dan Barangay Amaloy, Kota Ungkaya Pukan,” katanya.