Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kondisi Pengrajin Batik Indonesia Saat Ini Lebih Baik

Rifan Financindo Berjangka – Makin meningkatnya permintaan batik dari pasar, secara tak langsung juga meningkatkan pendapatan para pengrajin batik yang banyak berlokasi di daerah. Ratna Panggabean, wanita yang telah berkontribusi pada Program Pengembangan untuk berbagai jenis kerajinan Indonesia, termasuk tekstil sejak tahun 1975, mengungkapkan adanya perbaikan taraf hidup dari para pengrajin batik di Indonesia.

“Ada pengrajin langsung dan pengepul. Pengepul ini tugasnya mengumpulkan kerajinan dari sentra-sentra pengrajin dan sekaligus menjembatani antara pengrajin dengan pasar,” ujar Ratna pada acara pelucuran BII Sukma Awards di Sentral Senayan pekan lalu. Menurut Ratna yang juga gemar berbagi ilmu di acara seminar dan pameran ini, dahulu para pengrajin batik identik dengan penghasilan yang sangat minim. “Dulu pengrajin hanya mendapat sekitar 150-160 ribu rupiah untuk kain yang diproses selama tiga hingga empat minggu,” ujar Ratna. Tentu saja dengan proses yang memakan waktu dan minimnya penghasilan, profesi pengrajin batik jauh diminati oleh banyak orang terutama kaum muda.

Untungnya saat ini, pendapatan para pengrajin kain batik telah jauh meningkat. “Sekarang satu kain dihargai sekitar 700 ribu rupiah,” ujar Ratna. Menurutnya, dengan meningkatnya taraf hidup pengrajin batik yang rata-rata berjenis kelamin perempuan ini, sekaligus dapat membantu pendidikan dan gizi di Indonesia. “Di daerah, wanita punya uang lebih berarti tersedianya makanan yang bergizi di atas meja keluarga serta pendidikan anak yang lebih baik. Kalau pria, biasanya dihabiskan untuk membeli tanah, motor atau parabola. Begitulah kenyataan yang terjadi di daerah,” ujar Ratna menjelaskan.