Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

KOLONEL IRMAN DIPECAT KARENA KECANDUAN NARKOBA | RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO РSEMARANG,  Kolonel Irman Jaya dipecat dan dihukum 1 tahun penjara karena kecanduan narkoba. Selain Kolonel Irman, ikut pula Kolonel Inf Dedi Aprias Sahri yang mengkonsumsi barang haram itu.

Sebagaimana dirangkum dari putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, Jumat (15/9/2017), kasus bermula saat Kopka Bambang Gastono berkenalan dengan Agung pada 2013. Siapa Agung? Ia merupakan mantan terpidana LP Nusakambangan kasus narkoba yang dihukum 10 tahun penjara.

Dari perkenalan itu, Kopka Bambang lalu menjadi ‘agen’ narkoba Agung dengan pasar para anggota TNI. Kopka Bambang berdalih untuk mencari uang tambahan buat hidup sehari-hari.

Nah, pelanggan Kopka Bambang antara lain Kolonel Irman, Kolonel Dedi, Letkol Wahyu dan Mayor Arm Heri Hadi Pabandya. Satu paket sabu dijual Rp 1,6 juta dan transaksi dilakukan di daerah Pondok Indah. Para pelanggan Bambang umumnya membeli seminggu sekali kurun 2015-2016.

Kolonel Dedi sendiri kerap menggunakan sabu saat karaoke di Sun City. Kolonel Dedi mengaku dengan menghisap sabu, badannya menjadi terasa nyaman dan tidak mengantuk.

Jaringan ini mulai terungkap saat dilakukan tes urine pada 22 Februari 2016. Tes urine itu langsung di bawah pengawasan Wasspam Kasad Brigjen TNI Ilyah Alamsyah. Hasilnya urine Kolonel Dedi positif mengandung metamfetamina narkoba golongan I.

Atas perbuatannya, Kolonel Dedi lalu diadili di pengadilan militer.

“Memidana terdakwa dengan penjara selama 1 tahun dan dipecat dari dinas militer,” kata ketua majelis Kolonel Chk Weni Okianto dengan anggota Kolonel Sus Priyo Mustiko dan Kolonel Chk Hulwani.

Majelis hakim menilai Kolonel Dedi pengguna narkoba aktif dan lebih dari sekali memakainya sehingga menyalahi instruksi Panglima TNI. Sebagai perwira menengah (pamen), Kolonel Dedi seharusnya menjaga martabat dan citra kesatuan.

“Perbuatan terdakwa bertentangan dengan norma kehidupan prajurit sebagaimana dimuat dalam Sapta Marga Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujar majelis.

Alhasil, karier Kolonel Dedi yang dimulai sejak 1990 saat masuk Akmil Magelang, harus berakhir karena narkoba. Bagaimana dengan Kolonel Irman? Tim TNI malah mendapati sejumlah narkoba di ruang kerjanya di kantor Bais TNI, yaitu:

1. Satu plastik berisikan amplop berisi ganja dengan berat bruto 3,55 gram.
2. Tiga buah sedotan plastik pendek.
3. Sebuah plastik bening kecil.
4. Sebuah bungkus obat merek Cialis.
5. Sebuah bungkus obat merek Happy Five.

Setali tiga uang dengan Kolonel Dedi, Kolonel Irman pun dipecat dan dihukum 1 tahun penjara. Akhirnya, karier kedua kolonel itu hancur karena narkoba.

Pengadilan Militer Utama (Dilmiltama) Jakarta memecat Kolonel Irman Jaya karena narkoba. Otoritas TNI mendapati narkotika di ruang kerjanya.

Kasus bermula saat petugas menggeledah ruang kerja Kolonel Irman di Bais TNI pada 1 Maret 2016. Dalam penggeledahan itu, didapati:

1. Satu plastik berisikan amplop berisi ganja dengan berat bruto 3,55 gram.
2. Tiga buah sedotan plastik pendek.
3. Sebuah plastik bening kecil.
4. Sebuah bungkus obat merk Cialis.
5. Sebuah bungkus obat merk Happy Five.

Setelah itu, dilakukan tes urine terhadap Kolonel Irman dan dinyatakan positif mengandung amphetamine. Atas temuan itu, Kolonel Irman harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.

Pada 10 Maret 2017, Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti) II Jakarta memutuskan Kolonel Irman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri.

“Memidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok selama 1 tahun penjara dan memecat dari dinas militer,” putus majelis sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Jumat (15/9/2017).

Duduk sebagai ketua majelis Kolonel Sus Priyo Mustiko dengan anggota Kolonel Chk Trias Komara dan Kolonel Hulwani. Atas vonis itu, Kolonel Irman tidak terima dan mengajukan banding. Apa kata Dilmilmata?

“Menerima secara formal permohonan banding yang diajukan oleh Kolonel Irman Jaya SH MH. Menguatkan putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 29-K/PMT-II/AD/VIII/2016 untuk seluruhnya,” putus majelis banding.

Duduk sebagai ketua majelis Laksma TNI Bambang Angkoso SH MH dengan anggota Laksma TNI Dr Sinoeng Hardjanti SH M Hum dan Brigjen TNI Agus Dhani Mandaladikari SH MHum.

Leave a Reply