Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kisruh Harga Rokok Naik | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

PT Rifan Financindo – Semarang,?Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan mengenai wacana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000. Ia menuturkan, Kementerian Keuangan (kemenkeu) belum membuat aturan baru mengenai harga jual eceran atau tarif cukai rokok.

“Saya paham ada hasil kajian salah satu pusat kajian ekonomi apa yang disebut sentifitas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok,” ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Meski belum memutuskan kenaikan cukai rokok, Ani sapaan akrab Sri Mulyani mengaku sedang mengkaji kenaikan tarif cukai. Namun ia memastikan kebijakan harga jual eceran ataupun cukai rokok akan dilakukan sesuai undang-undang.

“Juga sesuai rencana APBN 2017 yang saat ini masih proses konsultasi dengan berbagai pihak,” kata dia.

Kemenkeu berharap kebijakan harga jual eceran ataupun cukai rokok bisa diputuskan sebelum pembahasan APBN 2017 dimulai.

Salah satu produsen rokok nasional, PT HM Sampoerna Tbk, menilai rencana kenaikan cukai rokok harus dipertimbangkan secara menyeluruh.

“Perlu kami sampaikan bahwa kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif bukan merupakan langkah bijaksana,” ujar Head of Regulatory Affairs, International Trade, and Communications Sampoerna, Elvira Lianita, melalui pesan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2016).

Menurut Elvira, aspek yang perlu diperhatikan sebelum menaikkan cukai rokok adalah semua mata rantai industri tembakau yang meliputi petani, pekerja, pabrik, pedagang, hingga konsumen.

Pemerintah sendiri sudah menargetkan pendapatan cukai dalam RAPBN 2017 sebesar Rp 157,16 triliun atau naik 6,12 persen dari target APBN Perubahan 2016 sebesar Rp 148,09 triliun.

Khusus untuk cukai hasil tembakau, ditargetkan sebesar Rp 149,88 triliun atau naik 5,78 persen dari target APBNP 2016 sebesar Rp 141,7 triliun.

PT Indomarco Pristama, pengelola gerai ritel Indomaret, menyatakan masih menjual rokok dengan harga yang normal. Sebab, belum ada pengumuman kenaikan resmi dari pemerintah atau perusahaan rokok terkait.

Wacana yang beredar, tarif baru ini akan berlaku di awal September tahun ini.

Direktur Pemasaran PT Indomarco Pristama Wiwiek Yusuf mengatakan, perusahaan belum mendapat perintah resmi untuk menjual rokok dengan kenaikan harga hingga Rp 50.000 per bungkus.

“Kami masih jual di harga normal karena memang tidak ada perubahan harga dari principal ataupun kebijakan pemerintah,” ujar Wiwiek, ketika dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Senin (22/8/2016).

Menurut Wiwiek, perusahaan tidak akan mengalami penurunan penjualan akibat kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus. Karena, penjualan rokok di gerai Indomaret bukan yang terbesar dibandingkan produk konsumsi lainnya.

“Kami lebih banyak memenuhi kebutuhan pokok rumah rumah tangga konsumen. Jadi penjualan rokok tidak berkontribusi besar,” kata Wiwiek.

Seperti diketahui, beredar wacana harga rokok akan menembus angka Rp 50.000 per bungkus. Kenaikan harga rokok tersebut disebabkan oleh kenaikaan cukai rokok yang diperkirakan hingga dua kali lipat.