Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kisah Inspiratif Imigran Ghana yang Jadi Bos Apple

7e3070c9-b926-4b86-93d0-344e40971d37_169Rifan Financindo Berjangka -?Di kalangan petinggi Apple, namanya memang tidak seterkenal Eddy Cue atau Craig Federighi, apalagi sang CEO Tim Cook. Namun sosoknya mendadak membuat ‘geger’ acara keynote Worldwide Developers Conference (WWDC) 2016.

Sosok yang dimaksud adalah Bozoma Saint John. Ia berhasil membawa kemeriahan yang spesial di pembukaan WWDC tahun ini. Tidak saja menyajikan demo yang menarik, tapi turut menghipnotis yang hadir untuk ngerap dan bertepuk tangan mengikuti irama musik.

Namun menjadi pertanyaan siapakah Bozoma Saint John? Di jagat teknologi, namanya belum mentereng. Tapi di dunia hiburan dan periklanan, sosoknya ternyata cukup top.

Bozoma dipercaya sebagai Head of Global Consumer Marketing for Apple Music. Tidak mengejutkan Apple menunjuk dirinya untuk menduduki jabatan penting itu. Sebab wanita berkulit hitam ini sukses menghubungkan musisi dan artis dengan brand ternama.

Namun demikian untuk berdiri di panggung megah Apple bukanlah mudah. Bozama harus menghadapi kehidupan yang penuh liku sampai akhirnya bisa meraup kesuksesan sekarang ini.

Bozoma dilahirkan di Ghana. Pada umur 14, ia mengikuti kedua orang tuanya berimigrasi ke Colorado Springs, Amerika Serikat.

Kisah ayahnya yang rela bergabung ke tentara Ghana sebagai pemain klarinet agar dapat lulus kuliah di Amerika Serikat menjadi insipirasi hidupnya hingga kini.

“Orang-orang yang melihatnya di atas kertas akan mengatakan dia tidak akan pernah berhasil,” ujar Bozoma saat menyampaikan keynote di acara F1rst Graduate pada Mei lalu.

Selepas SMA, Bozoma lantas melanjutkan pendidikannya ke Wesleyan University. Ia pun mendapat gelar sarjana dalam bidang African American studies and English.

Selepas lulus, ia sempat bekerja di agensi iklan SpikeDDB dan brand fashion Ashley Steward. Setelahnya ia menapaki kariernya di Pepsi. Cukup lama, Bozoma berkerja di perusahaan minuman soda ini. Kurang lebih 10 tahun lamanya. Dari sinilah ia berkenalan dengan industri musik.

Bozama dipercaya menjalankan divisi musik dan hiburan Pepsi. Divisi ini bisa dibilang adalah gagasannya setelah ia menyarankan Pepsi untuk mensponsori festival dan acara penghargaan musik.

Minat musik wanita berambut keriting ini pun menghantarkannya ke Beats Music. Ia dipinang pendiri Beats Music Jimmy Iovine untuk menjadi Senior Vice President of Global marketing.

Saat Beats Music diakusisi Apple, Mozama harus berkantor di Cupertino dan Los Angeles. Dalam seminggu, ia bisa empat kali bolak balik antara kedua kota tersebut. Jerih payahnya itu terbayar dengan kesuksesannya yang diraupnya saat ini.

Ketika Apple Music diluncurkan 2015 silam, Bozoma tidak begitu bersinar. Tapi di ajang WWDC 2016, ia mampu berkilau terang, bahkan dinilai mengalahkan pesona Tim Cook. Atas prestasinya itu banyak orang menilai Bozoma dapat menjadi CEO Apple di masa depan.

“Ia adalah sosok pemimpin wanita yang kuat yang tidak diragukan lagi akan membawa hal menakjubkan di dunia teknologi. Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar memahami teknologi danpop culture,” ujar Anjula Acharia-bath dari Trinity Ventures dan entreprenuer seperti dilansir Business Insider