Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kijong-dong, Kota Hantu di Korea Utara

Korea Utara punya banyak tempat yang menyimpan tanda tanya karena akses informasi yang terbatas. Salah satunya adalah Kijong-dong, kota yang terlihat banyak gedung bertingkat ini justru disebut sebagai kota hantu!

Beberapa media internasional seperti New York Post, News Australia dan beberapa video amatir traveler yang diposting di Youtube, sudah membahas tentang Kijong-dong. Dari penelusuran detikTravel, Senin (5/1/2014) Kijong-dong berada di dekat Korean Demilitarized Zone (DMZ), yakni zona perbatasan Korut dan Korsel yang membentang sepanjang 250 km dengan lebar 4 km. Tepatnya, berada di kawasan Kaesong-si, Korea Utara.

Kijong-dong bisa dilihat traveler dari Dora Observatory. Suatu dek observasi untuk melihat perbukitan dan lanskap di Korea Utara. Dengan menggunakan teropong, Anda akan melihat suatu kota yang dipenuhi gedung-gedung bertingkat.

Pemandangannya bak di kota-kota besar di dunia, terlihat maju dan menjanjikan kesejahteraan. Tapi jangan salah, yang ada justru malah kebalikannya!

Sejarahnya, kota ini dibangun sekitar tahun 1950-an oleh Kim Jong-il. Dia adalah ayah dari pemimpin Korea Utara sekarang, Kim Jong-un dan sudah meninggal tahun 2011 silam.

Ketika itu, Kim Jong-il disinyalir merasa gerah dengan kemajuan dari masyarakat Korea Selatan. Dia kemudian membangun Kijong-dong yang berada di dekat perbatasan dengan Negeri Gingseng untuk memamerkan betapa nyaman dan enaknya tinggal di Korea Utara. Bahkan, dia mendirikan tiang bendera setinggi 160 meter yang jadi paling tinggi di dunia saat itu.

Tujuannya jelas, Kim Jong-il ingin memprovokasi masyarakat Korea Selatan agar pindah ke Kijong-dong. Sekaligus menepis tudingan dari negara-negara lain, kalau kehidupan di sana begitu tertutup

Ada udang di balik batu, kenyataannya tidak ada kehidupan sama sekali di kota yang penuh gedung-gedung bertingkat di sana. Hanya ada tukang sapu yang terlihat membersihkan jalanan.

Kim Jong-il saat itu dengan lantang mengucapkan, kehidupan perekonomian di Kijong-dong sangat baik dan dihuni 200 orang. Tapi itu terbantahkan dengan pengakuan para petugas militer yang berjaga di sekitar zona DMZ dan masyarakat Korsel, Kijong-dong benar-benar tidak berpenghuni.

Bisa ditebak, Kijong-dong merupakan strategi propoganda dari Korea Utara. Meski hingga kini, masyarakat sama sekali tidak berniat pindah ke sana, kotanya tetap ada dengan gedung-gedung yang berdiri kokoh. Media-media internasional pun tak sedikit yang menyebutnya sebagai kota hantu.