Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ketidakstabilan Dollar | PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifan financindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan Financindo – Semarang,?Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu malam dan investor amati risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juli yang akan dirilis dini hari nanti.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik menjadi 94,85, bertahan di atas level terendah tujuh minggu Selasa di 94,38.

Investor memantau dengan cermat risalah rapat Fed bulan Juli tentang indikasikemungkinan jalur masa depan suku bunga.

Bank sentral AS menetapkan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan lalu, tapi membuka pintu untuk menilai kenaikan di tahun ini dan menunjukkan bahwa risiko terhadap perekonomian telah berkurang sejak bulan Juni lalu.

Komentar pejabat Fed pada Selasa kemarin mendukung pandangan bahwa suku bunga masih bisa naik di tahun ini.

Ketua Fed New York William Dudley mengatakan peningkatan suku bunga pada awal September adalah “mungkin.”

Bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menguatkan dolar dengan membuatnya lebih menarik untuk menghasilkan keuntungan bagi investor.

Dolar telah melemah di seluruh papan kurs pada hari Senin dalam catatan Ketua Fed San Francisco John Williams mengatakan bahwa bank sentral mungkin harus mengangkat target inflasi dan mendukung kebijakan fiskal lebih longgar di masa masa depan.

Euro tertahan di bawah tertinggi tujuh minggu, dengan EUR/USD stabil di 1,1275.

Dolar bergerak lebih tinggi terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,38% ke 100,68.

Pound melemah terhadap dolar, dengan GBP/USD melemah 0,15% ke 1,3027.

Sterling tetap terdukung di atas 1,30 setelah laporan pekerjaan Inggris Raya terbaru memberi sedikit indikasi bahwa referendum Brexit itu mempengaruhi pasar tenaga kerja.

Indeks dolar AS bergerak turun setelah risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juli yang menggambarkan komite terbagi tajam tentang waktu kenaikan suku bunga berikutnya, membuat pasar bingung pada arah bank sentral AS dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, tetap terjebak dalam kisaran ketat antara 94,49 dan 95,08, sebelum mengakhiri sesi sore AS di 94,69, turun 0,06% pada hari itu. Pada sesi-terendah, indeks jatuh ke level terendah sejak 24 Juni. Indeks ini berada dalam laju kerugian keempat beruntun dan pelemahankeenam kalinya selama tujuh hari perdagangan terakhir.

Ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terakhir bertemu pada 26-27 Juli, beberapa anggota mengantisipasi bahwa kondisi ekonomi akan segera menjamin “ambil langkah lain dalam menghilangkan akomodasi kebijakan,” ditunjukkan risalah. Hal itu datang karena beberapa peserta menilai bahwa kondisi pasar dekat dalam mencapai kesempatan pekerjaan penuh, sementara sebagian besar anggota mencatat bahwa pemulihan yang cepat dari pasar keuangan global setelah keputusan Brexit menyediakan tanda-tanda menggembirakan bagi ketahanan pasar di seluruh dunia. Selain itu, beberapa anggota menyatakan keprihatinan bahwa menahan suku bunga pada tingkat yang masih rendah dapat mendorong investor mencari hasil yang lebih tinggi di pasar ekuitas, yang mengarah ke “kesalahan alokasi modal dan mispricing risiko.”

Pada saat yang sama, yang lain menekankan bahwa hal yang tepat untuk menunggu data tambahan dalam menentukan apakah harga bisa menguat dalam beberapa bulan mendatang, inflasi jangka panjang tetap berjalan di bawah tujuan jangka panjang Fed sebesar 2%. Para anggota mencatat bahwa dengan menunda pengetatan Komite bisa memiliki waktu yang cukup untuk merespon jika inflasi meningkat lebih cepat daripada yang diantisipasi.

“Komite mengharapkan bahwa kondisi ekonomi akan berkembang dengan cara yang akan menjamin hanya kenaikan bertahap tingkat suku bunga acuan, dan suku bunga acuan itu akan tetap, untuk beberapa waktu, di bawah tingkat yang diharapkan bertahan dalam jangka panjang,” kata FOMC dalam risalah. “Namun, anggota menekankan bahwa jalan sebenarnya dari suku bunga acuan akan tergantung pada prospek ekonomi yang diinformasikan oleh data masuk.”

Mengikuti rilis, perangkat FedWatch CME Group (NASDAQ:CME) mengatakan ada 18% kesempatan FOMC akan menaikkan suku pada pertemuan September, naik dari sekitar 9% di sesi Senin. Selain itu, CME Group menempatkan kemungkinan kenaikan suku bunga bulan Desember di 49,7%, naik dari sekitar 41,9% pada hari Senin.

EUR/USD menguat moderat ke intraday tertinggi 1,1316, sebelum sedikit jatuh kembali ke 1,1290 pada penutupan perdagangan sore AS. Selama sesi sebelumnya, euro membukukan keuntungan yang tajam terhadap dolar ke 1,13 untuk pertama kalinya sejak referendum bersejarah Brexit di akhir Juni. GBP/USD turun 0,03% menjadi 1,3041, sedangkan USD/JPY kehilangan 0,09% ke 100,05. Dolar tetap di dekat posisi terendah satu tahun terhadap Yen Jepang.

Imbal hasil AS 10 Tahun turun tiga basis poin menjadi 1,55%, relatif tetap tidak berubah setelah rilis risalah Fed. Selama tahun lalu, imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun AS Treasury telah turun lebih dari 60 basis poin.