Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kerjaan di Awal Pekan Bikin Stres? Usir dengan 4 Cara Ini

064111200_1428734997-angry-people

Rifan Financindo Berjangka – Tumpukan pekerjaan yang begitu banyak seringkali membuat awal pekan menjadi hari yang penuh tekanan. Waktu yang tersita juga kadang membuat Anda kehilangan keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal.

Melansir laman Idiva, Senin (1/6/2015), bahkan di awal pekan, banyak pegawai yang harus membawa pekerjaan pulang. Lembur juga kadang tak terelakan membuat hari Senin menjadi semakin memicu stres.

Tapi tentu saja Anda bisa menghindar dari stres. Berikut empay trik usir stress saat tumpukan pekerjaan menyerang di awal pekan:

1. Jadikan akhir pekan menyenangkan

Manfaatkan akhir pekan sebaik-baiknua agar pikiran Anda tetap segar. Jangan biarkan pikiran tentang pekerjaan masih bergentayangan saat akhir pekan datang.

Ketika Anda telah memanfaatkan akhir pekan sebaik mungkin, pikiran Anda akan lebih siap menghadapi tumpukan pekerjaan di kantor.

2. Manfaatkan waktu dengan baik

Gunakan skala prioritas saat pekerjaan sedang menumpuk di awal pekan. Kerjakan tugas yang sulit dahulu, karena biasanya lebih banyak menguras banyak waktu Anda.

Setelah itu baru kerjakan yang mudah sehingga perhatian dan pikiran tidak terlalu tercurah pada pekerjaan yang sulit saja. Jangan biarkan pekerjaan menghabiskan waktu khusus Anda sendiri.

3. Minta bantuan

Jangan malu untuk meminta bantuan saat pekerjaan di kantor mulai berubah menjadi beban. Anda bisa membicarakannya kepada atasan.

Sebelum bicara pada atasan, ada baiknya Anda juga mengkomunikasikan dengan rekan kerja. Jangan malu untuk minta bantuan agar bekerja di hari Senin lebih menyenangkan.

4. Berhenti mengeluh

Mengeluh atau rengekan hanya membuat Anda semakin stres, apalagi di hari Senin dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikam. Manfaatkan waktu dengan tidak mengeluh, jangan berpikir seolah besok akan kiamat.

 

(Sis/Ndw)