Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Kenaikan Suku Bunga AS Bisa Bertahap, Terlalu Dini Untuk Bulan September

The-Fed-700x357

Rifan Financindo Berjangka – Inflasi AS kemungkinan akan rebound akibat berkurangnya tekanan dari dolar, yang memungkinkan The Fed akan menaikkan suku bunga secara bertahap, demikian dinyatakan Wakil Ketua Fed, Stanley Fischer, Sabtu (29/08). Fischer juga menyatakn untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap perlambatan yang terjadi pada ekonomi Tiongkok.

Fischer tampaknya sangat berhati-hati menyatakan apakah ia akan lebih memilih atau tidak untuk menaikkan suku bunga AS dari mendekati nol pada pertemuan kebijakan pada 16-17 September ini. Namun dia menegaskan kondisi yang ada adalah berkurangnya tekanan harga dari dolar, penurunan harga minyak, dan pasar tenaga kerja yang mengendur.

Keyakinan dari Fischer, serta dari Gubernur Bank of England, Mark Carney, setidaknya memberi siyarat dua bank sentral utama yang siap untuk melihat minggu-minggu gejolak pasar keuangan yang disebabkan oleh kekhawatiran bahwa perekonomian Tiongkok telah mereda.

Melihat stabilitas yang baik terkait harapan inflasi, ada alasan yang baik untuk percaya bahwa inflasi akan bergerak lebih tinggi, demikian dinyatakan Fischer pada konferensi gubernur bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Pada saat yang sama, Carney mengakui bahwa laju globalisasi selama seperempat abad terakhir mungkin telah membuat setiap negara lebih sulit bergerak dalam inflasi yang lebih tinggi.

The Fed telah menyatakan cukup yakin bahwa inflasi yang selama ini telah terjebak di bawah target 2 persen untuk beberapa tahun, akan rebound dalam jangka menengah. Namun kenaikan tersebut akan gagal, jika perlambatan ekonomi di Tiongkok dan penurunan harga komoditas menyeret turun ekonomi global.

Inflasi AS merosot ke 1,2 persen pada Juli, terendah dalam lebih dari empat tahun. Fischer mengatakan kenaikan dollar selama setahun ini memainkan peran besar dalam kelemahan itu, dan itu bisa menahan pertumbuhan produk domestik bruto AS sampai 2016 dan bahkan ke 2017.

Pada hari jumat sebelumnya, Fischer menyatakan pada sebuah stasiun televisi bahwa terlalu dini untuk menaikkan suku bunga AS pertama kalinya dalam satu dekade pada bulan September ini. Menurutnya perlambatan ekonomi Tiongkok baru dan sedang terjadi, sehingga The Fed masih terus memantau perkembangan ekonomi yang ada, baik data ekonomi AS maupun perkembangan ekonomi Tiongkok.

Sementara bank sentral di Tiongkok, Jepang, dan Eropa memperkuat stimulus moneter untuk melawan deflasi atau meningkatkan pertumbuhan.

Gubernur BoE, Carney mengatakan perlambatan di Tiongkok bisa menekan inflasi Inggris lebih banyak tetapi ternyata tidak. Namun hal tersebut mengubah posisi bank sentral nya tentang kapan dan bagaimana menaikkan suku bunga Inggris.

Ekonom memprediksi Bank of England kemungkinan untuk memulai menaikkan suku pada kuartal pertama tahun depan.