Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Korban Kebakaran Hutan| PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

rifanfinancindo

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifanfinancindo – Semarang,Pratu Wahyudi anggota TNI AD yang tewas dalam penanggulangan kebakaran lahan dalam kondisi tubuh penuh luka bakar. Diduga kuat, korban tersesat karena terkepung asap.
“Kami berduka, salah satu prajurit kami meninggal dunia dalam tugas. Pratu Wahyudi ditemuka tim TNI dan Basarnas dalam keadaan sekujur tubuhnya terbakar,” kata Komandan Korem 031 Wira Bima, Brigjen TNI Nurendi kepada wartawan, Rabu (23/8/2016) di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, usai meninjau korban di RSUD Dumai.

Menurut Nurendi, Pratu Wahyudi kemungkinan besar tersesat karena kepungan asap tebal. Jarak pandang hanya 1 meter. Di sinilah, kemungkinan besar Pratu Wahyudi tersesat tidak tahu lagi untuk menghindari lokasi hutan gambut yang terbakar.

“Celananya, sampai bajunya terbakar. Sepatunya juga turut terbakar. Kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Nurendi.

Menurut Nurendi, selaku Komandan Satgas Karhutla, sudah menyampaikan duka ini ke Panglima Kodam I Bukit Barisan dan Panglima TNI.

“Kita mengusulkan untuk kenaikan pangkat kepada Pratu Wahyudi. Karena almarhum gugur dalam tugas mulai, menyelamatkan masyarakat Riau khususnya dari kebakaran lahan yang berimbas pada asap,” kata Nurendi.

Komandan Korem 031 Wira Bima Brigjen TNI Nurendi

Nurendi menjelaskan, rencanya besok, Rabu (25/4) jenazah Pratu Wahyudi baru akan diberangkatkan ke Magetan di kampung halamannya.

“Kita berdoa, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik buat prajurit,” kata Nurendi.

Sebagaimana diketahui, Pratu Wahyudi anggota TNI kesatuan Den Rudal 004 Dumai ini, ikut dalam Satgas Karhutla sebelum 17 agutus lalu. Dua hari bertugas, tepatnya Kamis (19/8) dia hilang dari rekan-rekannya. Pratu Wahyudi saat itu akan mengganti selang air untuk melakukan pemadaman. Wahyudi ditemukan tim berjarak 500 meter dari lokasi pemadaman. Saat ditemukan, Wahyudi berada di semak belukar yang tidak terbakar.

Prajurit Satu (Pratu) Wahyudi gugur saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau. Jenazah akan dipulangkan malam ini ke Magetan.

Pratu Wahyudi gugur dikabarkan akan mengakhiri masa lajangnya pada tahun ini. Sayang, maut menjemputnya saat berjibaku dengan api yang hutan Rohil.

Pratu Wahyudi bergabung dengan Tim Satgas Dara Karhutla sebelum 17 Agustus. Pada Kamis (19/8), dia dinyatakan hilang saat bertugas di tengah kobaran api di kawasan Kecamatan Bangko, Rokan Hilir.

Hari ini jasadnya diketemukan tim tak jauh dari pohon besar yang ada di lokasi. Informasi yang dihimpun di Posko Satgas Karhutla, Pratu Wahyudi sudah mempunyai pilihan untuk pendamping hidupnya. Di usianya ke 26, rencananya di tahun ini akan melaksanakan pernikahan.

Pratu Wahyudi, sore ini dari lokasi ditemukan masih dibawa ke RSUD di Dumai. Jasadnya masih dilakukan visum.

“Jasadnya masih divisum sore ini, rencananya malam ini langsung akan dipulangnya ke kampung halamannya di Magetan,” kata Kepala Penerangan Korem 031 Wira Bima, Mayor Sufrianto kepada detikcom.

Saat ditanya benarkah Pratu Wahyudi tahun ini akan menikah, Kapenrem enggan untuk menjawab. “Kalau soal itu saya kurang tahu,” katanya.

Pratu Wahyudi selama ini bertugas di Den Rudal 004 Kodam I Bukit Barisan di Dumai, berjarak 200 km dari Pekanbaru.