Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Jokowi Siap Bertindak Jika Pejabat Mempersulit Ijin

sulit-menggulingkan-jokowi-MXYYeO1pdXRifan Financindo Berjangka – Semarang,?Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih mengeluhkan lambannya proses perizinan di Indonesia. Apalagi, pada proses pembangunan di sektor energi.

Jokowi menyebutkan, belum lama ini pemerintah telah memangkas 3.143 peraturan daerah yang selama ini menghambat proses perizinan.

“Kita berada di era persaingan antar negara, perlu kecepatan kalau aturan ribet, ruwet, bertele-tele, kecepatan dari mana ?” kata Jokowi saat menerima Asosiasi Kontraktor Mekanikal dan Elektrikal Indonesia (AKLI) dan Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Orang nomor satu di Indonesia ini juga menyebutkan, lambannya proses perizinan pernah dialami langsung. Seperti mengurus SIUP yang hasilnya hingga berminggu-minggu. Bahkan, Jokowi menyebut tak sungkan ?menggaplok? pejabat yang memperlambat perizinan.

“Saya pernah datang ke kantor urusan SIUP, saya mau lihat berapa lama urus siup. Saya datang ke depan nih syaratnya diketik komputerize hanya dua menit rampung. Lah kok bisa berminggu-minggu ruwetnya di mana. Saya tanya ini yang lama yang di lantai tiga. Tanda tangan kan enggak ada satu menit. Saya jengkel saya naik saya datangi, untung kepala kantornya enggak ada, emosi, saya gaplok betul itu. Iya paling lama di situ kok,” tambahnya.

Pada sektor pembangkit listrik, kata Jokowi, terdapat 59 izin yang saat ini sudah dipangkas menjadi 22 perizinan dan itu masih terhitung lama dengan 256 hari masa pengurusan.

Jokowi menyayangkan, masih lambannya proses izin di Indonesia, apalagi Indonesia butuh percepatan di era persaingan seperti sekarang ini.

“Kapan kita mau cepat artinya ini problemnya. Bukan cuma di kelistrikan saja di semua sektor bermasalah,” tandasnya.