Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Jelang Pertemuan The Fed, Harga Emas Terjatuh

One-kg 24K gold bars are displayed at the Chinese Gold and Silver Exchange Society in Hong Kong

Rifan Financindo Berjangka – Harga emas?kembali terjatuh pada perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) karena tekanan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Wall Street Journal, Kamis (10/9/2015), harga emas untuk pengiriman Desember yang merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan turun US$ 19 atau 1,7 persen dan menetap di level US$ 1.102 per ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Penurunan harga emas ini cukup kencang karena memang mata uang dolar AS mengalami penguatan terhadap mata uang lainnya dipicu data tenaga kerja yang membaik.

Angka pengangguran di AS mengalami penurunan menjadi 5,1 persen yang merupakan level terendah dalam 7 tahun terakhir. Selain itu, data lowongan pekerjaan juga menunjukkan kenaikan.

Indeks Dolar AS Wall Street Journal yang merupakan harga nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang dunia lain dalam perdagangan intraday telah naik ke 96,41.

Emas memang diperdagangkan dengan dolar AS sehingga rentan mengalami penurunan penwaran jika mata uang dolar AS menguat karena keuntungan yang didapat oleh para pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan mata uang selain dolar AS akan turun.

Para investor juga sedang berhati-hati memegang logam mulia di tengah sentimen rencana kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat pada pekan depan.

Sementara konsensus sendiri menyebutkan bahwa para analis memperkirakan kenaikan akan dilakukan pada Desember depan.

“Orang sedang menerka-nerka kebijakan apa yang akan dikeluarkan oleh The Fed,” jelas Presiden OptionSellers.com, Tampa, Florida, James Cordier.

Jika The Fed mengeluarkan pengumuman akan melakukan pengetatan kebijakan moneter di September ini maka kemungkinan ebsar nilai tukar dolar AS akan kembali menguat tinggi sehingga akan menekan harga emas. (Gdn/Ahm)