Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Jelang Akhir Pekan, IHSG Bakal Bangkit

Ilustrasi+IHSG+8-OK

Rifan Financindo Berjangka – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat secara teknikal menjelang akhir pekan ini. Hal itu asal ditopang dari aksi beli pelaku pasar.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.088 dan resistance 5.285 pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Pelaku pasar akan mengantisipasi rilis data ekonomi terutama neraca perdagangan.

“Hari ini IHSG berpotensi melakukan technical rebound,” ujar William dalam ulasannya, Jumat (8/5/2015).

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas, IHSG akan bergerak variatif di kisaran 5.131-5.183 pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Rilis data ekonomi China akan mewarnai laju indeks saham. China akan merilis data neraca perdagangan yang diperkirakan naik ke US$ 62,2 miliar dibandingkan sebelumnya di US$ 3,08 miliar.

Analis Senior PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko mengatakan, pasar optimistis kalau belanja pemerintah di sektor infrastruktur akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2015. Melihat kondisi itu, Yuganur merekomendasikan melirik saham konstruksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mulai melakukan perubahan tren dari turun ke konsolidasi untuk membentuk tren naik minor kembali.

Yuganur memprediksi, IHSG akan bergerak di support 5.121-5.080-4.950 dan resistance 5.218-5.270-5.415 pada Jumat pekan ini.

Untuk rekomendasi saham, Yuganur memilih empat saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar. Saham-saham konstruksi jadi pilihan seperti PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sedangkan William memilih saham WIKA, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Pada penutupan perdagangan saham Kamis 7 Mei 2015, IHSG turun 34,46 poin (0,66 persen) ke level 5.150,48. Indeks saham LQ45 melemah 0,85 persen ke level 890,04.