Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Jawa Tengah akan Didorong Jadi Basis Investasi Padat Karya

Rifan Financindo Berjangka – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai basis investasi di sektor padat karya.

Hal itu menindaklanjuti kesepakatan pemerintah daerah Jawa Tengah untuk mengembangkan investasi melalui pemetaan infrastruktur dan padat karya.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, peluang investasi di Jawa Tengah sangat menggiurkan apalagi didukung ketersediaan lahan, tenaga kerja yang terampil dan upah yang kompetitif.

?Jawa Tengah potensial untuk pengembangan investasi sektor padat karya karena ketersediaan lahan yang luas, sumber tenaga kerja terampil dan besaran upah yang kompetitif. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga siap mendorong adanya kepastian mekanisme penentuan upah buruh yang dibutuhkan oleh sektor padat karya selain kepastian perizinan dan pemberian insentif fiskal,? kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/5/2015).

Dia juga mengatakan keunggulan lainnya ialah karena pemerintah daerah setempat juga menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini sudah melaksanakan program kerjasama pembinaan dan pelatihan antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan perusahaan industri di daerah sekitar,” tambah dia.

Franky menuturkan, sebelumnya dia dan Ganjar telah menyapakati untuk meningkatkan realisasi investasi di wilayah tersebut. Untuk itu, dia mengatakan BKPM dan Pemeritah Jawa Tengah akan memaksimalkan koordinasi dengan para calon investor potensial.

Sementara, BKPM mencatat terjadi peningkatan nilai realisasi investasi yang pesat selama periode 5 tahun terakhir. Namun total nilai realisasi investasi Jawa Tengah tahun 2014 sebesar Rp 18,6 triliun atau hanya sebesar 80,5 persen dari target yang diharapkan.

Sedangkan tahun 2015, Jawa Tengah ditargetkan dapat menyerap investasi, di luar sektor perbankan dan hulu pertambangan, senilai Rp 27,7 triliun.(Amd/Nrm)