Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

ISIS BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENEMBAKAN DI PARIS | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo berjangka

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Rifan financindo – Semarang, Paris—Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas insiden penembakan yang menewaskan seorang polisi dan pelaku serta melukai dua orang lainnya di dekat Istana Kepresidenan Prancis di Paris pada Kamis malam waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Jumat 21 April 2017, klaim ISIS disampaikan melalui media afiliasi mereka, Amaq. Disebutkan pelaku merupakan simpatisan ISIS berkewarganegaraan Belgia.

“Pelaku penyerangan di Champs Elysee, di tengah Kota Paris adalah Abu Yussef, seorang Belgia, dan dia adalah salah seorang pejuang ISIS,” kata ISIS.

Kementerian Dalam Negeri Prancis sebelumnya telah menyatakan pelaku telah berhasil dilumpuhkan. Hanya saja belum diungkap terkait identitas pelaku.

Kantor Jaksa Prancis mengatakan badan anti-terorisme telah membuka sebuah penyelidikan. Aparat pun sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain.

Juru bicara kepolisian Paris, Johanna Primevert, mengatakan pelaku sengaja membidik polisi yang menjaga area dekat stasiun kereta api bawah tanah di Franklin Roosevelt, di pusat jalan di pusat perbelanjaan Champs-Elysees, Paris.

Ucapan simpati dan duka cita kepada korban dan keluarganya mengalir dari petinggi pemerintahan Prancis maupun para kandidat presiden yang akan bertarung pada Ahad lusa.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menanggapi penembakan di Paris. “Lagi-lagi serangan teror. Apa yang dapat Anda katakan, ini tak pernah berakhir. Kita harus kuat.”

Seorang polisi Prancis tewas dan dua lainnya terluka dalam insiden penembakan di dekat Istana Kepresidenan Prancis, di Champs Elysees, Paris, Kamis malam waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Jumat 21 April 2017, penembakan terjadi di sebuah jalan di pusat perbelanjaan Champs-Elysees, hanya berselang beberapa hari menjelang pemilihan presiden yang akan digelar oleh Negara Mode tersebut.

Presiden Francois Hollande mengatakan serangan yang dilakukan oleh seorang pria yang langsung dilumpuhkan aparat ini, merupakan aksi terorisme.

Namun Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan motif serangan. Sebab ada dugaan penembakan ini juga terkait oleh perampokan toko.

Tapi kementerian membenarkan bahwa dalam kasus ini polisi memang menjadi target.

Kantor Jaksa Prancis mengatakan badan anti-terorisme telah membuka sebuah penyelidikan. Aparat pun sedang menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain.

”Saya keluar dari toko Sephora dan saya berjalan di trotoar tempat Audi 80 diparkir. Seorang pria keluar dan melepaskan tembakan dengan kalashnikov terhadap seorang polisi,” kata Chelloug, seorang saksi mata kepada Reuters.

”Polisi itu terjatuh. Saya mendengar enam tembakan, saya takut, saya memiliki anak berusia dua tahun dan saya pikir saya akan mati. Dia langsung menembak petugas polisi,” ujar dia.

Insiden ini terjadi saat Prancis bersiap menggelar pemilu pada Ahad lusa. Prancis telah hidup di bawah keadaan darurat sejak 2015 dan telah menderita serangkaian serangan kelompok militan yang telah menewaskan lebih dari 230 orang dalam dua tahun terakhir.