Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ini Cara Memaksimalkan Gaji untuk Berinvestasi

tung-desem-waringinRifan Financindo Berjangka -?Saat masih berada dalam usia produktif, pastikanlah untuk senantiasa bekerja keras dalam menjalani kehidupan, bukan semata-mata untuk mendapatkan gaji saja, akan tetapi pengalaman hidup untuk bekalmu di kemudian hari.

Karena kita semua telah sering mendengar, bahwasannya masa mudamu adalah masa di mana kamu menghabiskan waktu untuk bekerja keras agar masa tuamu kelak menikmati hasil dari jerih payahmu, tanpa harus menghabiskan waktu untuk terus bekerja di usia senja.

Namun tahukah kamu? Bahwa penghasilan dari gaji kerja tidak dapat menjamin kehidupan mapan dan sejahtera di masa yang akan datang. Sehingga tak mengherankan pula apabila kemudian para pekerja di perusahaan kerap kali mengambil risiko untuk keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja, untuk kemudian membangun perusahaan sendiri.

Nah apabila gaji yang kamu terima tidak terlalu besar untuk digunakan membangun perusahaan, kira-kira metode investasi seperti apa yang bisa kamu gunakan dengan dana yang cukup terbatas itu?

Berikut kami berikan tips memaksimalkan uang dari gaji yang kamu terima untuk berinvestasi.

1. Membuat Catatan Keuangan
Untuk dapat memaksimalkan gajimu untuk investasi cobalah agar memulainya dengan cara membuat catatan keuangan, baik itu pemasukan maupun pengeluaran uang. Mulailah dengan memberi rincian pengeluaran rutin kamu yang bersifat wajib seperti misalnya tagihan listrik, internet, TV kabel, Pinjaman Bank, Tagihan Kartu Kredit, dan lain-lain.

Selanjutnya susunlah sebuah catatan keuangan dari hasil perincian-perincian pembayaran tersebut, kemudian lakukanlah cek dan ricek terhadap catatan keuanganmu itu satu per satu, kemudian bandingkanlah pengeluaran tersebut dengan pendapatan gaji yang kamu terima setiap bulannya.

Nah, di sinilah saatnya kamu untuk sesegera mungkin membuat keputusan kira-kira pengeluaran manakah yang bisa kamu tekan agar dapat meminimalisir besarnya jumlah pengeluaran uangmu tiap bulannya. Dari hasil perbandingan dan pengurangan anggaran inilah kamu akan mendapatkan selisih dari uang gajimu, dan selisih uang gajimu itulah yang kemudian dapat kamu gunakan untuk berinvestasi.

Dengan demikian, kamu dapat mengetahui kondisi keuangan termasuk ketangguhan modal untuk kepentingan investasi.

2. Tentukan Instrumen yang Baik dan Segeralah Berinvestasi
Sebelum menentukan dan memilih instrumen investasi yang akan kamu ambil, pastikan terlebih dulu bahwa kamu telah melakukan riset dari setiap instrumen investasi terbut sebelumnya. Sehingga kamu mendapat gambaran kira-kira apa saja kelemahan dan kelebihan juga seberepa besar tingkat risiko yang akan kamu alami nantinya.

Dan yang terpenting adalah kemampuanmu dalam memainkan instrumen investasi yang akan kamu pilih. Hanya mengandalkan insting dan spekulasi saja tidaklah cukup dalam berinvestasi, pastikanlah untuk membekali dirimu dengan pengetahuan mengenai instrumen investasi yang akan kamu mainkan sebelum memulai berinvestasi.

Jika kamu memahami cara bermain surat-surat berharga, maka kamu bisa mencoba berinvestasi saham atau reksa dana. Sejak disahkannya perubahan satuan penjualan saham, yang awalnya 1 lot berisi 500 lembar kini berubah menjadi 100 lembar.

Dan dengan adanya kebijakan ini maka investor dengan dana terbatas pun bisa mencoba untuk bermain saham. Perlu kita ketahui bahwa penjualan saham memanglah dihitung dengan harga per lembar, akan tetapi dalam penjualan sipasaran tidaklah dilakukan secara selembar demi selembar, melainkan dijual dalam satuan minimal 1 lot.

Apabila instrumen saham dirasa cukup membingungkan bagimu, kamu juga bisa memilih instrumen lain untuk berinvestasi, contohnya berinvestasi melalui emas atau bisa juga berupa properti yang memiliki nilai risiko lebih kecil.

3. Efetifkanlah Penggunaan Bonus Tahunan
Untuk mengapresiasikan kinerja para pegawainya, biasanya beberapa perusahaan memberikan bonus tahunan. Jika perusahaan tempatmu bekerja juga melakukan hal demikian, maka secara otomatis kamu akan memperoleh tambahan pendapatan yang bisa jadi jumlahnya cukup lumayan bukan? Akan tetapi, jangan langsung pergi ke mal untuk membelanjakan seluruh uang bonusmu ya.

Cek kembali catatan keuangan kamu lalu masukkan bonus tahunan sebagai suntikan dana segar untuk berinvestasi atau dana untuk tabungan pensiun. Semakin besar dana yang bisa kamu investasikan, maka potensi perolehan keuntungannya pun juga semakin besar.

4. Percantik Permainanmu dalam Mengelola Tiap Instrumen
Guna mengurangi kerugian dalam jumlah yang besar, maka pintar-pintarlah dalam memainkan dan mengembangkan instrumen investasimu. Dan jangan hanya menginvestasikan uangmu hanya kepada satu instrumen saja akan tetapi cobalah untuk menginvestasikan uangmu keberbagi instrument investasi. Jadi apabila salah satu dari instrument investasi yang tengah kamu jalani sedang mengalami penurunan nilai jual di pasaran, maka kamu dapat menutupi kerugian tersebut dengan instrument investasimu yang lain.

5. Belajar Investasi dengan Pengalaman Serta Ilmu Pengetahuan
Belajar menjadi seorang investor memang gampang-gampang susah dan yang pasti membutuhkan kesabaran ekstra. Akan tetapi jangan cepat menyerah dalam menjalani tiap usahamu untuk menjadi seorang investor, karena semakin banyak kamu mencoba, maka akan semakin banyak pengetahuan yang bisa kamu dapatkan dan kamu akan semakin mahir pula dalam berinvestasi.

Tak hanya itu, tentunya kamu juga akan lebih jeli dalam memilih instrumen investasi yang menguntungkan dan dengan risiko kerugian yang seminimal mungkin.