Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ingin Sukses, Hilangkan 6 Kebiasaan Buruk Ini

032510600_1459219991-2016-03-16-1458169917-5333044-Grouptalking-thumbRifan Financindo Berjangka -?Mengatur jadwal atau membuat to-do-list setiap harinya adalah kebiasaan yang baik. Namun, jika dilihat lebih dalam, kebiasaan ini juga tidak selalu baik. Terutama, saat Anda memasukkan hal yang Anda harus lakukan tidak sesuai kebutuhan.

Dengan kesalahan-kesalahan tersebut, jadwal harian Anda bukannya membantu Anda, tetapi malah memperlambat pekerjaan, bahkan meningkatkan kadar stres Anda. Diwartakan dari Time, Selasa (29/3/2016), berikut kebiasaan buruk yang perlu Anda hilangkan untuk mencapai sukses.

1. Menjawab telepon dari nomor yang tidak dikenal
Menjawab telepon akan membuyarkan konsentrasi Anda. Untuk mengembalikan konsentrasi, Anda membutuhkan waktu lama. Telepon dari orang yang tidak dikenal biasanya tidak terlalu penting. Kalaupun penting, mereka akan mengirimkan email terlebih dulu.

2. Mengirimkan email sesaat setalah bangun tidur dan malam sebelum tidur
Email bisa menunggu. Anda bisa tidak perlu menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan pertama Anda pada pagi dan malam hari.

3. Rapat tanpa agenda yang jelas
Jika undangan rapat tidak memiliki agenda yang jelas dan waktu selesai yang pasti, maka sebenarnya Anda bisa melewatkannya. Sebab, rapat itu berarti tidak terlalu penting dan menghabiskan waktu Anda.

4. Bergosip
Bergosip tidak ada manfaatnya dan hanyamembuang waktu Anda yang berharga. Saat mendengar teman ingin bergosip dengan Anda, maka sebaiknya langsung tolak dengan halus dengan mengatakan Anda sedang mengerjakan sesuatu.

5. Mengecek ponsel secara instan
Ketika mendengar nada notifikasi, maka sebenarnya Anda tidak perlu langsung mengeceknya karena akan menghabiskan waktu Anda. Mereka tentu bisa menunggu. Kalau tidak, mereka akan menelepon Anda.

6. Terlalu banyak berkomunikasi dengan kilen dengan keuntungan rendah
Setiap klien memang harus dijaga. Namun, ada baiknya jika mereka sudah terjaga, Anda tidak perlu terlalu banyak berkomunikasi dengan mereka, apalagi memberikan keuntungan rendah. Sebaliknya, fokuskan perhatian pada klien yang memberikan keuntungan banyak pada perusahaan Anda.