Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Industri Keuangan RI Bertahan di Tengah Badai

080822_muliamanhadadojk

Rifan Finanacindo Berjangka – Di tengah perlambatan perekonomian global, industri keuangan dalam negeri masih bisa tumbuh positif meskipun tidak agresif.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hadir di tengah-tengah saat situasi perekonomian tertekan. Banyak hal dilalui dalam perjalanannya hingga memasuki tahun ketiga.

Tahun 2013, Bapepam-LK bertransformasi menjadi OJK. Tak hanya mengawasi industri pasar modal, di tahun 2014, perbankan yang kemudian disusul Industri Keuangan Non Bank (IKNB) juga turut serta dalam pengawasan OJK.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad meyakini, meskipun banyak badai menghadang, industri keuangan dalam negeri akan terus maju menggapai mimpinya menjadi yang terbaik di regional.

“Sektor keuangan (Indonesia) dalam keadaan baik,” begitu katanya.

detikFinance berkesempatan berbincang secara eksklusif bersama Muliaman Hadad terkait perjalanan OJK sejak awal berdiri hingga saat ini.

Berikut petikan wawancara detikFinance bersama Muliaman D Hadad, di kantornya, Lantai 3, Gedung OJK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (20/10/2015) malam.

OJK sebagai industri ‘baru’ dan bapak menjadi ketua OJK pertama, bagaimana rasanya?
Begini, tugasnya sebenarnya clear karena amanatnya memang clear di UU OJK, tetapi implementasinya itu memang tidak sederhana karena di tengah-tengah Indonesia industri keuangannya mengalami banyak tekanan, apakah karena dampak ekonomi global, apakah karena dinamika ekonomi domestik sehingga tantangan itu jelas ada

Paling gampang adalah laju pertumbuhan ekonomi menurun tahun 2014, indeks menurun, rupiah melemah, itu kan karena situasi dalam 3 tahun terakhir betul-betul situasi memang rencana pengetatan ekonomi global memang sudah direncanakan, yaitu program tapering off dari negara yang selama ini mau narikin, jadi periodenya itu sedang periode masuk bagaimana tapering itu harus dilakukan, artinya periode pengetatan

Nah, walaupun komitmen itu sudah disampaikan sejak cukup lama tetapi melakukan pengetatan di beberapa negara terutama di AS juga susah karena tidak muncul itu tanda-tanda perbaikan sehingga kemudian memang dalam 2 tahun terakhir ini ketidakpastian itu cukup besar

Amerika saja mau naikin suku bunga saja mikirnya 2 tahun, padahal kan orang pinter semua, artinya naik nggak jadi nggak, semua orang nungguin aja apa yang mereka rapatin, padahal kan semua orang pinter tapi mikirnya lama betul, 2 tahun dia diskusi hanya untuk jadi nggak dia naikin suku bunga, sampai hari ini masih nggak ada yang yakin, jadi tau nggak ini, walaupun orang mengatakan makin redup gambarnya, kayaknya makin nggak jadi naikin bunga untuk sementara tahun ini

Tahun depan bagaimana? Ya belum pasti juga, nggak tahu kita, jadi kan suasananya memang dalam pengetatan dalam tingkat global, pada saat negara banyak mengeluarkan stimulus tapi stimulus itu belum juga dilakukan terjadi karena memang ada beberapa kendala

Nah, industri keuangan nasional itu ada di situasi seperti itu, dan tentu saja memang memerlukan perhatian yang lebih dekat, dan kita juga tentu saja tidak bisa berdiam diri, oleh karena itu kita harus memberikan berbagai macam relaksasi, kalau tidak mungkin akan habis juga industri ini kalau kita tidak berikan relaksasi, makanya saya bersyukur OJK termasuk instansi yang pertama memberikan kebijakan, stimulus, pas lebaran karena memang kita selama puasa kerja terus itu, pas lebaran langsung kita keluarkan 35 paket dan semua itu memang kita berikan sebagai meng-counter siklus agar kemudian agar ada ruangan yang lebih longgar bagi pelaku industri keuangan ketika mereka dihadapkan pada pelemahan permintaan dari masyarakat karena juga kan pertumbuhan ekonomi yang menyusut

Maka kemudian di awal-awal ini memang semangatnya adalah bagaimana memberikan ruangan yang lebih besar kepada industri keuangan adar bisa berkontribusi besar mendorong pertumbuhan ekonomi, itu yang kita lakukan

Sejauh ini perbankan masih laba ya pak?
Masih laba cuma memang labanya memang mengalami penurunan, masih oke karena memang begini, kita harus lihat ini secara utuh, rasanya di antara negara-negara berkembang lainnya Indonesia termasuk yang oke, kita tetap steady, coba dilihat saja dari pertumbuhan ekonomi, Brazil negatif, Turki lebih parah, ASEAN saja mungkin yang beruntung tinggal Filipina, karena dolarnya banyak dari remittance, tenaga kerjanya, Singapura kena, Malaysia kena, Thailand kena, artinya semua orang kena, artinya walaupun semua kena, kita tidak separah apa yang dialami orang lain sehingga perusahaan kita mengalami kerugian bukan dalam arti lost tapi keuntungannya berkurang, dan ini juga terbukti 60 persen emiten masih membutuhkan profit, walaupun memang profit-nya sedikit mengalami penurunan, dan sisanya ada yang rugi, sebagian yang sama dengan tahun lalu

Kalau ada yang bilang ini krisis kayak 97/98 itu berarti nggak benar ya pak?
Tidak lah, pertumbuhan kredit dalam 2 bulan ini malah meningkat, terutama kredit mikro, artinya apa? Nah ini saya melihat, kalau boleh mengklaim, artinya begini paket Agustus kita ini kan memberikan kelonggaran agar semua orang itu go UMKM kan, nah sekarang pertumbuhan kredit UMKM meningkat 13-14 persen, NPL tetap 2,6 persen karena kita buat program restrukturisasi jadi krisis ini, bank still oke, NPL nya still oke, untungnya berkurang dikit tapi semua jalan lancar

Saya cuma punya cita-cita jangan sampai sektor keuangan menjadi pusat masalah

Paling tidak kita menjadi bagian dari penyelesaian masalah dengan cara mendorong kredit, ngasih kesempatan kerja, jadi epicentrum gempa itu jangan di industri keuangan, malah kita menjadi bagian membantu menyelesaikan masalah

RUU JPSK untuk menanggulangi krisis?
Saya dapat informasi dari DPR tahun ini

Penting ya pak?
Penting, itu kan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas, dan kemudian melibatkan komitmen sampai kepada pemimpin negara, karena dalam mekanisme sekarang bekerja berdasarkan UU sendiri-sendiri, tidak jelas ada komitmen tinggi ikut melibatkan negara

Nah, sekarang dengan adanya UU ini memperkuat mekanisme yang selama ini ada, karena payung hukumnya bisa lebih power full

Apa yang belum dicapai dan target ke depan?
Ini kan industri keuangan berkembang terus dan makin bervariasi, agendanya juga sendiri-sendiri, perbankan agendanya beda dengan pasar modal, asuransi, kita juga ingin mendidik masyarakat lebih melek, lebih dekat, itu menurut saya tantangan-tantangan masih akan terus menjadi agenda pokok sampai 2-3 tahun ke depan

Tahun depan proyeksi OJK soal proyeksi ekonomi atau lembaga keuangan ini bagaimana?
Saya malah optimis ya, walau mungkin tahun ini akan tumbuh 4,9-5% itu menurut saya sudah bagus, tahun depan seperti yang juga saya perkirakan, lembaga-lembaga internasional itu, memberikan angka yang lebih tinggi di tahun 2016 dan saya berharap di tahun depan situasi akan lebih baik daripada 2015

Perlindungan konsumen, banyak masyarakat tertipu, bagaimana peran OJK?
Dulu kan yang nggak ada kalau mengadu kemana, jadi informasi itu mahal sekali, sekarang OJK masuk dengan menawarkan call Center 1500-655, orang bisa bertanya apa saja, apakah ia ditawarkan produk, apakah dia punya sengketa sama lembaga keuangan, apakah tiba-tiba ATM nya tertelan, itu semua bisa diadukan, dulu nggak ada itu, sekarang ada itu, saya pengen itu dimanfaatkan agar kalau misalnya mau ditawari iming-iming nggak jadi ketipunya karena bisa nanya dulu, jadi orang bisa ambil sikap, tinggal keputusan ada di masyarakat, paling tidak itu mengurangi risiko masyarakat mengurangi kerugian di masa depan dengan cara membuka akses informasi, makanya lebih dari 20.000 sekarang telepon masuk dalam beberapa bulan terakhir, lebih banyak bertanya, bukan mengadu, misalkan tiba-tiba pak motor saya dicegat sama preman, diambil sama body guard, itu masih ada, tapi majority lebih banyak bertanya, perusahaan pembiayaan pada umumnya kayak gitu debt collector yang maksa ngambil tanpa etika masih ada tapi sudah kita segera tertibkan, malah kita keluarkan POJK karena konkret, “Hai perusahaan, kalau kamu merekrut preman, ini loh prinsipnya”

Dulu nggak ada aturan itu, sekarang kita buatin. Kita tidak melarang bisnis debt collector, itu kan bisnis halal tapi menertibkan bagaimana caranya agar kemudian itu mengikuti aturan-aturan standar yang berlaku, jadi tidak menutup bisnis itu, kita minta bank dan perusahaan pembiayaan ikut melaksanakan pembinaan agar tata caranya tidak merugikan masyarakat

Satu lagi yang mau saya gebrak itu pegadaian, saya mau lawan rentenir dengan pegadaian, tapi memang belum jadi, makanya belum berani bilang, tapi sebagai ide kita lakukan pemberdayaan pegadaian dengan melawan rentenir dan akan kita bina bukan binasakan.

Kita akan bina pegadaian tiang listrik, misalkan terima gadai BPKB, itu akan kita bina dan kembangkan, ini konsepnya lagi berjalan, ini nanti dibina dnegan pegadaian resmi jadi nanti kerjasama, kemitraan, konsepnya belum jadi tapi sudah 75 persen jadi

Istilahnya pegadaian yang tiang listrik itu kita beri hak hidup ya, tapi kemudian kita bina dengan pegadaian dan ada kapasitasnya juga, biar bisa jadi channeling dengan pegadaian resmi jadi bisa sama-sama, win-win.

Menyambut MEA, perbankan Indonesia gimana, misalkan Singapura kok bisa ya negara sekecil itu bisa menguasai share aset di ASEAN?

Karena Singapura itu memproklamirkan dirinya sebagai offshore financial center, pusat keuangan regional karena memang mereka kan nggak punya apa-apa, sawit nggak punya, oleh karena itu dia (bank) yang mereka unggulan dengan berbagai macam kemudahan, maka berdatanganlah berbagai macam investor, kemudian SDM dan infrastruktur kuat sehingga bisa jadi besar

Kita ya memang harus belajar dan mempersiapkan diri mau tidak mau, tidak cuma pandai protes kenapa Singapura besar tapi kita harus kejar dan juga harus punya wawasan global karena sebagian dari kita itu wawasannya domestik karena merasa pasar domestik saja masih luas banget, ngapain gua ngeliat pasar di luar negeri. Buat orang luar negeri pasar domestik ini kecil banget, buat dia itu hidup mati harus keluar, buat kita, wong di dalam negeri saja sudah bisa hidup, nah ini mengubah wawasan ini penting sekali agar kita siap memasuki pasar global

Oleh karena itu harus menjadi komitmen, para pemimpin bank mempersiapkan SDM nya, saya kira suka atau tidak suka globalisasi itu nggak bisa ditahan, jadi ya memang harus mempersiapkan diri

Visi misi OJK supaya bank bisa merajai setidaknya regional?
Ada 3 hal menjadi program kita. Pertama, kapasitas industri lokal, penguatan keuangannya, kapasitasnya, kompetisinya, mau tidak mau harus. Kedua, dari segi regulasi kita akan lihat aturan-aturan mana yang memberatkan, mana yang harus kita selaraskan dengan luar negeri dan sebagainya, kalau kita mau membuka. Ketiga, membangun infrastruktur yang diperlukan, peranan teknologi yang lebih intens, kemudian edukasi keuangan

Bank pada protes resiprokal?
Itu kan juga sudah antisipasi. Kita sudah buka MOU dengan beberapa negara agar resiprokal bisa jalan agar bisa jadi pegangan kita

Saya selalu mengatakan, integrasi ini harus saling menguntungkan, supaya menguntungkan harus ada azas resiprokal sebab kalau tidak menguntungkan buat apa integrasi, toh integrasi itu bukan tujuan, tujuannya mesejahterakan, integrasi itu cuma alat untuk menuju kesejahteraan, jadi kalau integrasi merugikan, bukan itu yang kita mau

Jadi di RUU perbankan yang baru, masukan OJK seperti itu pak?
OJK tidak ada bab mengenai integrasi, cuma kita minta kalau mereka masuk, kita juga masuk, mereka masuk harus membawa nilai tambah, kalau mereka masuk cuma nyempit-nyempitin aja tidak usah lebih bagus kita selektif, boleh nih di-quote, “Mereka masuk jangan cuma nyempit-nyempitin saja dan harus punya nilai tambah terutama kita yang belum punya, itu yang memang kita perlukan”. Paling tidak kita dorong mereka untuk pembiayaan ekspor, membawa pembiayaan di sektor pertanian, perindustrian, infrastruktur, jadi yang wholesale saja yang mereka masuk, yang kecil-kecil biar kita saja.

Tiga kata sektor keuangan menurut bapak?
Sektor keuangan dalam keadaan baik.

(drk/ang)