Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Impor Minyak Tiongkok Turun Tajam, Harga Minyak WTI dan Brent Melorot

ilustrasi-minyak4

Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah mengalami pukulan telak di akhir perdagangan Selasa dini hari (9/6). Harga komoditas ini anjlok tajam karena permintaan dari Tiongkok mengalami penurunan. Kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan setelah OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksi hariannya juga telah membuat harga pasar minyak mentah melorot. Meskipun demikian kenaikan nilai tukar dollar AS membuat pergerakan melemah di pasar minyak mentah tertahan.

Tiongkok yang merupakan negara net importir minyak mentah terbesar di dunia membeli 25 persen lebih sedikit pada bulan Mei lalu dibandingkan dengan pembeliannya di bulan April. Untuk kategori produk olah minyak mentah impor mengalami penurunan sebesar lebih dari 6 persen. Sementara itu ekspor olahan minyak mentah dari negara tersebut turun 10 persen.

Para pelaku pasar menyatakan bahwa perusahaan penyulingan minyak di Tiongkok mempergunakan minyak mentah dari pasokannya di dalam negeri. Akibatnya impor mengalami penurunan. Sebagian besar fasilitas penyulingan minyak di negara tersebut sedang mengalami perbaikan sehingga permintaan minyak mentah mengalami pelemahan.

Di akhir perdagangan Selasa dini hari tadi harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup dengan membukukan penurunan signifikan. Harga komoditas ini ditutup turun sebesar 99 sen atau 1,67 persen di posisi 58,14 dollar per barel.

Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami penurunan yang cukup signifikan meskipun masih lebih kecil dibandingkan dengan penurunan harga minyak WTI. Harga ditutup melemah sebesar 50 sen pada posisi 62,90 dollar per barel.

Pada perdagangan Selasa pagi ini harga minyak mentah terpantau masih mengalami pergerakan yang terbatas dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Pagi ini harga berada di level 58,29 dollar per barel, naik tipis 15 sen dari posisi penutupan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia akan cenderung mengalami penurunan. Saat ini indikator teknikal masih mengisyaratkan pola yang bearish.

Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami level support di level 57,00 dollar. Resistance selanjutnya ada di 56,00 dollar. Jika terjadi pergerakan menguat harga akan menemui resistance pada posisi 60,00 dollar dan 62,00 dollar.