Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Ikuti Wall Street, Indeks Hang Seng Berakhir Menguat

Pedestrians walk past an electronic board showing the stock market indices of various countries outside a brokerage in Tokyo April 10, 2015.  REUTERS/Yuya Shino

PT RIFAN FINANCIDO BERJANGKA – Pergerakan indeks saham acuan di Hong Kong berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Senin (10/7/2017), mengekor penguatan pada Wall Street ditopang oleh laporan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari perkiraan.

Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,63% atau 159,21 poin ke 25.500,06, setelah dibuka dengan kenaikan 0,20% atau 51,18 poin di posisi 25.392,03.

Adapun pada perdagangan Jumat (7/7), Hang Seng berakhir melemah 0,49% atau 124,37 poin di posisi 25.340,85.

Sebanyak 32 saham menguat, 17 saham melemah, dan 1 saham stagnan dari 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng hari ini.

Saham China Unicorn Hong Ltd. yang melonjak 3,83% memimpin penguatan saham pada indeks Hang Seng di akhir perdagangan, diikuti oleh Cathay Pacific Airways Ltd. yang melejit 3,41%.

Sentimen untuk Hang Seng juga terbantukan oleh lonjakan saham COSCO Shipping dan Orient Overseas International Ltd. setelah raksasa pelayaran China membuat penawaran senilai US$6,3 miliar untuk rivalnya itu.

Di sisi lain, saham China Vanke anjlok 3,6% pada hari perdagangan terberatnya dalam hal volume, setelah sebuah investor institusional yang tak disebutkan namanya meluncurkan selldown senilai sekitar US$260 juta pada pengembang properti terbesar kedua di daratan utama tersebut.

Bursa Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada perdagangan Jumat pekan lalu (7/7) menyusul data tenaga kerja AS yang memberi kepercayaan lebih pada investor terhadap kekuatan ekonomi negeri Paman Sam.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 94,3 poin atau 0,44% ke level 21.414,34, sedangkan indeks S&P 500 naik 15,43 poin atau 0,64% ke 2.425,18 dan Nasdaq Composite melonjak 63,62 poin atau 1,04% ke 6.153,08.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan di AS melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juni. Hal ini menunjukkan bahwa The Fed dapat bertahan dengan rencana untuk kenaikan suku bunga ketiga tahun ini serta mulai mengurangi neracanya meskipun kenaikan upah melambat dan inflasi lesu.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah tenaga kerja meningkat sebanyak 222.000 bulan lalu. Angka ini melampaui ekspektasi kenaikan sebasar 179.000 dan menguatkan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini.

 

Sumber: market.bisnis.com