Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

IKLAN NYELENEH DAN SUSAHNYA SAMBUNG INTERNET DI BAWAH LAUT | RIFAN FINANCINDO

rifan financindo

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – SEMARANG, Aneka cara dilakukan oleh situs travel untuk promosi. Situs travel di Kazakhstan ini malah buat video promosi dengan pramugari bugil.

Ada banyak cara untuk promosi, tapi mungkin video yang diposting oleh situs Chocotravel ini adalah yang paling nyeleneh. Bagaimana tidak, perusahaan travel itu menggunakan sejumlah wanita dan pria dalam kostum pramugari dan pramugara yang sangat minim.

Dilihat detikTravel di laman Facebook Chocotravel, Selasa (8/8/2017), video yang diposting di laman Facebook dan Youtube itu pun telah dilihat selama puluhan ribu kali.

Diketahui, video berdurasi kurang dari semenit itu menampilkan sosok pramugari yang mengajak traveler untuk liburan dengan pakaian serba minim. Tidak hanya itu, ada juga video serupa yang menampilkan sosok pramugara.

Karena konsepnya yang sangat nyeleneh itu, tak sedikit netizen yang mengkritik video itu. Tak sedikit yang menyebut, kalau video itu sangat merendahkan kaum perempuan.

“Bagaimana perasaan Anda kalau melihat ibu atau saudara perempuan Anda di dalam iklan itu, bagaimana perasaan Anda?” ujar salah satu netizen bernama Ekatherina Eltsova.

Namun selain yang kontra, ada juga netizen yang malah menganggap video itu biasa-biasa saja. Salah satunya seperti netizen bernama Darkhan Baymakhanov ini.

“Mereka dalah orang berani yang tidak takut untuk bereksperiment atau beraksi untuk mengubah dunia,” ujar Darkhan.

Atas banyaknya kritik yang masuk terkait video tersebut, pihak Chocotravel pun buka suara. Di laman Facebooknya, mereka berujar kalau video itu tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun.

“Video itu sangat tegas dan kami tidak bermaksud untuk menyinggung. Itu adalah hal yang biasa di pantai. Apa Anda akan menyerang perempuan dengan rok atau baju renang?” tulis Direktur Service Chocotravel, Nikolay Mazensev.

Pada akhirnya, semua kembali pada pendapat pribadi masing-masing.

Pembangunan backbone serat optik untuk Indonesia bagian barat melalui proyek Palapa Ring paket barat hampir rampung dikerjakan oleh PT Palapa Ring Barat.

PT Palapa Ring Barat sendiri merupakan Badan Usaha Pelaksana yang diberi tugas selama 18 bulan untuk menyelesaikan proses pembangunan hingga pengoperasian tulang punggung pita lebar untuk proyek Palapa Ring paket barat.

Proyek nasional ini sendiri dibagi menjadi tiga bagian, paket barat, paket tengah, dan paket timur.

Usai menggelar kabel optik di daratan, kini lautan menjadi lahan selanjutnya sebelum infrastruktur internet cepat itu dirasakan oleh masyarakat.
President Director PT Palapa Ring Barat Syarif Lumintarjo menuturkan kendala utama penggelaran kabel optik di laut adalah soal cuaca.

“Kesulitan sudah terprediksi itu hampir tidak ada, hanya saja tidak terprediksi adalah cuaca, walau sudah memperkirakan cuaca tapi kadang-kadang kenyataanya tidak seperti itu,” ujarnya ditemui di Batam.

Berbeda dengan negara lain yang kondisi wilayahnya teresterial, Indonesia memiliki tantangannya tersendiri sebagai negara kepualuan. Lebih dari 17 ribu pulau ada di Indonesia, hal itu menjadi perhatian bagi yang ingin menggelar kabel optik untuk keperluan internetan.

“Proses penggelaran ini kan didahului sama survei. Nah, survei sendiri mencerminkan pada saat kita gelar. Jadi sudah observasi dulu kondisi laut yang sudah terpetakan sebelum mulai gelar. Sebetulnya faktor ketidakpastian itu cuaca,” tutur Syarif.

Penggelaran kabel optik sisi laut terbagi menjadi 2 batch yang pada pelaksanaannya akan dikerjakan secara paralel. Dan hari ini merupakan salah satu tahapan terpenting dari pekerjaan proyek Palapa Ring Paket Barat, yaitu penggelaran kabel serat optik laut batch 1 dengan total panjang kabel kurang lebih 1.242 km.

Jarak tersebut meliputi segmen Tanjung Bembam Batam – Tarempa (sepanjang 369 km); segmen Tarempa – Ranai (322 km); segmen Ranai – Singkawang (352 km); dan segmen Sekanah Daik Lingga – UQJ Bintan Tanjung Bembam (199 km). Selanjutnya segmen Batam – Karimun – Tebing Tinggi – Bengkalis – Siak serta segmen Daik Lingga – KualaTungkal akan dilanjutkan pada batch 2.

Penggelaran kabel di batch 1 dilakukan dengan kapal Limin Venture yang berbendera Indonesia berjenis vessel. Walaupun mempunyai kapasitas penyimpanan kabel sepanjang 1.500 km, namun kapal yang memiliki 3 tangki penyimpanan kabel tersebut hanya bisa menggelar kabel dengan batas kedalaman minimum 20 meter saja.

“Tanggal 14 Agustus, kapal dan kru mulai berangkat (gelar kabel optik di laut),” imbuh Syarif.

Sementara batch 2 dengan panjang 505 kilometer dengan menghubungkan segmen Batam – Karimun – Tebing Tinggi – Bengkalis – Siak serta segmen Daik Lingga – Kuala Tungkal. Proyeksi penggelaran kabel laut batch 2 dilakukan pada September sampai Desember 2017.

Leave a Reply