Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

IHSG Masih Akan Mengalami Koreksi

bursarachman4

Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu melemah 21 poin di akhir pekan. Investor asing kembali melepas saham.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (28/5/2015), IHSG ditutup turun 21,022 poin (0,40%) ke level 5.216,379. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 6,089 poin (0,67%) ke level 904,133.

Pasar saham Wall Street berakhir negatif gara-gara ekonomi AS berkontraksi di kuartal I-2015. Kabar dari Yunani juga masih memberi sentimen negatif.

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 115,44 poin (0,64%) ke level 18.010,68, Indeks S&P 500 kehilangan 13,4 poin (0,63%) ke level 2.107,39, dan Indeks Komposit Nasdaq berkurang 27,95 poin (0,55%) ke level 5.070,03.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan mengalami pelemahan terutama gara-gara sentimen negatif dari pasar global dan regional. Investor asing akan kembali melepas saham.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 103,67 poin (0,50%) ke level 20.459,48.
  • Indeks Hang Seng turun 30,12 poin (0,11%) ke level 27.424,19.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 29 Mei 2015 ditutup melemah 0,4% pada level 5216. Sektor pertambangan mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp172,3 miliar. Indeks di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat ditutup melemah akibat data ekonomi AS yang melemah. Indeks manufaktur area Chicago bulan Mei melemah pada level terendah sejak Februari, yang menimbulkan kecemasan rebound pertumbuhan ekonomi setelah melemah pada twiwulan I akan kurang bertenaga. Data pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan I juga mengalami pelemahan akibat cuaca dingin, menguatnya dollar AS atau penundaan pengiriman barang. Ekonomi AS pada triwulan I berkontraksi 0,7%, memburuk dibandingkan estimasi sebelumnya yang turun 0,2%. Indeks Mich Sentiment bulan Mei juga mengalami penurunan terbanyak sejak akhir 2012. Pada pekan ini, pasar kembali akan mencermati data ekonomi dan perkembangan dari Yunani. Data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya factory orders, trade deficit, ISM, personal income, construction spending, ADP Employment, nonfarm payrolls dan unemployment rate. Beberapa pejabat The Fed juga akan melakukan pidato pada pekan ini. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5199 – 5254. Rekomendasi: BBNI, TLKM, INDF, KLBF, SMGR, JSMR, BBCA.

Oso Securities
Pada penutupan pekan lalu (29/05), IHSG ditutup kembali terkoreksi cukup dalam berada pada level 5,216.38. IHSG turun sebesar 0.40% atau 21.12 poin. Selama perdagangan indeks sempat beradapada level tertinggi yakni di level 5,252.21 dan terendah di level 5,214.57. Nilai tukar rupiah yang kembali melemah terhadap dollar juga menjadi pemicu IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Aksi profit taking yang dilakukan para investor ditengah minimnya sentimen dari domestik juga masih menjadi bayang-bayang melemahnya indeks. Hampir seluruh indeks sektoral menunjukkan down trend. Sektor mining memimpin pelemahan sebesar 2.32%. Hanya sektor infrastruktur yang mampu naik meski tipis yakni sebesar 0.42%. Investor mencatatkan net sell sebesar Rp 172 miliar.

Sementara itu, seluruh Indeks di bursa saham Wall Street ditutup tergelincir masuk ke zona negatif. Indeks Dow Jones melemah sebesar 0.64% ke level 18,010.68, S&P 500 turun 0.63% ke level 2,107.39, dan Nasdaq terperosok 0.55% ke level 5,070.03. Melemahnya indeks Wall Street ditengah munculnya berita buruk mengenai ketidakpastian bantuan dari Uni Eropa kepada Yunani sehingga membuat para investor khawatir.

Kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya di awal pekan ini. Secara teknikal, IHSG ditutup melewati batas MA 200 harian dan membentuk Bearish Engulfing. Indikator stochastic mengkonfirmasi berada pada histogram negatif. Selain itu, indikator MACD dan RSI juga bergerak menurun yang menunjukkan adanya potensi pelemahan pada IHSG. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran level 5,165-5,265.

(ang/ang)