Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

IHSG Bisa Menguat Terbatas

Saham ISHG Naik 26 Poin

Rifan Financindo Berjangka -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh ke zona merah di akhir perdagangan gara-gara aksi jual. Indeks nyaris tinggalkan level 4.900.

Menutup perdagangan, Rabu (1/7/2015), IHSG menipis 6,595 poin (0,13%) ke level 4.904,063. Sementara Indeks LQ45 berkurang 1,719 poin (0,20%) ke level 837,423.

Semalam Wall Street tetap ditutup positif. Tidak ada pengaruh dari krisis utang yang membuat Yunani bangkrut. Sampai saat ini belum ada kejelasan soal penyelesaian krisis tersebut.

Indeks Dow Jones naik 138,4 poin (0,79%) ke 17.757,91. Indeks S&P 500 naik 14,31 poin (0,69%) ke 2.077,42. Indeks Nasdaq naik 26,26 poin (0,53%) ke 5.013,12.

Hari ini IHSG diperkirakan IHSG masih bisa bertahan di zona hijau dengan poin yang terbatas. Sentimen dari data ekonomi RI yang meleset dari target masih membayangi pelaku pasar.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menanjak 227,69 poin (1,12%) ke level 20.557,01.
  • Indeks Hang Seng melonjak 283,05 poin (1,09%) ke level 26.250,03.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,64 poin (0,16%) ke level 4.060,34.
  • Indeks Straits Times menguat 11,77 poin (0,35%) ke level 3.342,91.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini.
First Asia Capital
IHSG pada perdagangan awal Juli bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Hampir sepanjang perdagangan bergerak di teritori positif, terimbas sentimen positif pasar emerging market kawasan Asia, namun gagal ditutup menguat. IHSG akhirnya ditutup terkoreksi tipis 6,6 poin (0,1%) di 4904,063. Perdagangan berlangsung kurang bergairah dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp3 triliun dan pemodal asing masih melakukan penjualan bersih Rp211,43 miliar. Data inflasi Juni yang mencapai 0,54% secara bulanan dan 7,26% secara tahunan, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,5% (mom) dan 7,15% (yoy) membuat pasar kurang nyaman memegang aset beresiko dalam rupiah. Inflasi Juli diperkirakan akan lebih tinggi karena masih terpengaruh dengan momentum Idul Fitri.

Dari eksternal, data aktivitas manufaktur China Juni kembali mengindikasikan perekonomian negara tersebut melambat turut mempengaruhi sentimen pasar. Indeks China Final Manufacturing PMI Juni di 50,2 di bawah perkiraan 50,4. Sementara pasar saham global tadi malam berhasil rebound karena pasar kembali berspekulasi penyelesaian utang Yunani dengan krediturnya akan mendapatkan resolusinya. Indeks Eurostoxx di zona Euro menguat 2,10% di 3496,28. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P berhasil menguat masing-masing 0,79% dan 0,69% tutup di 17757,91 dan 2077,42. Pelaku pasar optimis Yunani tetap akan berada di zona Euro dan pemerintahan Yunani kembali mengajukan draft proposal penyelesaian utang dengan mengakomodasi sejumlah persyaratan yang diajukan kreditur. Selain isu Yunani, rebound Wall Street turut dipicu data ekonomi AS yang keluar yang di atas perkiraan. Angka kesempatan kerja di negara tersebut bulan lalu bertambah 237 ribu di atas perkiraan 219 ribu.Pengeluaran konstruksi di AS Mei lalu meningkat 0,8% secara bulanan di atas estimasi 0,4%. Data ekonomi tersebut menunjukkan perekonomian AS tetap tumbuh moderat. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam anjlok 4,4% di USD56,84/barel menyusul meningkatnya cadangan minyak mentah negara tersebut pekan lalu yang bertambah 2,4 juta barel dan isu kesepakatan perjanjian nuklir Iran.

Dengan kondusifnya pasar global tadi malam menyusul redahnya kekhawatiran atas krisis utang Yunani, pergerakan IHSG diperkirakan akan kembali berpeluang bergerak di teritori positif. Harga minyak yang turun turut membantu sentimen positif pasar karena berdampak positif bagi perekonomian dan rupiah diperkirakan berpeluang menguat. IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan support di 4890 dan resisten di 4930 cenderung menguat.

Oso Securities
Pada perdagangan saham Rabu (1/07), IHSG tidak mampu melanjutkan penguatan dari hari sebelumnya di tengah positifnya bursa Global. IHSG sedikit mengalami koreksi 0,13% atau 6,06 poin ke level 4,904.06. Sentimen terkait bailout Yunani masih membuat pelaku pasar khawatir sehingga memicu para investor lebih melakukan aksi profit taking yang kemudian mendorong IHSG melemah. Selain itu, rilisnya data Manufacturing China yang menunjukkan di bawah angka estimasi juga menjadi salah satu faktor ketidakmampuan IHSG bertahan di zona hijau. Mayoritas indeks sektoral pun tercatat merosot dimana sektor misc industry memimpin pelemahan sebesar 0,64% dan disusul sektor property yang turun sebesar 0,62%. Investor asing membukukan net sell Rp 211,43 miliar.

Sementara itu, bursa Wall Street ditutup berbanding terbalik dengan IHSG. Bursa Wall Street masih mampu melaju naik dimana indeks Dow Jones menunjukkan penguatan sebesar 0,79%, S&P 500 naik sebesar 0,69% dan Nasdaq juga naik sebesar 0,53%. Penguatan terjadi seiring dengan rilisnya data Markit US Manufacturing PMI yang mengalami kenaikan sebesar 0,2 dari yang sebelumnya 53,4 menjadi 53,6 serta adanya isu laporan angka ketenagakerjaan yang konon akan lebih baik dari sebelumnya. Optimisme Yunani dalam menyelesaikan permasalahan utangnya juga memacu bursa Wall Street bergerak naik.

Kami perkirakan IHSG akan bergerak variatif dengan kecenderungan mengalami rebound tipis seiring dengan positifnya beberapa data ekonomi Indonesia yang rilis kemarin. Secara teknikal, indikator MACD masih bergerak sideways. Sedangkan indikator MFI bergerak naik menuju batas netral. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4,855 ? 4,950.