Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

IHSG Bisa Kembali Tertekan Aksi Jual

bursarachman3

Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menutup perdagangan akhir pekan dengan datar, hanya naik tipis 7 poin. Maraknya aksi jual asing membuat penguatan IHSG terhambat.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2015), IHSG tumbuh 7,005 poin (0,14%) ke level 4.935,817. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,330 poin (0,16%) ke level 846,058.

Wall Street bergerak negatif pada perdagangan akhir pekan. Penyebabnya pembicaraan utang Yunani yang masih buntu dan rencana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial turun 140,53 poin (0,78%) ke 17.898,84. Indeks S&P 500 turun 14,75 poin (0,7%) ke 2.094,11. Sementara indeks Nasdaq jatuh 31,41 poin (0,62%) ke 5.051,10.

Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali tertekan jika melihat sentimen negatif yang beredar dari pasar Asia. Tekanan jual asing belum berhenti.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 70,41 poin (0,35%) ke level 20.336,67.
  • Indeks Straits Times melemah 21,85 poin (0,65%) ke level 3.332,00.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Kiwoom Securities
Melemahnya Dow Jones serta pasar dunia dapat memberikan tekanan. IHSG relatif menguat setelah bergerak variatif minggu lalu.

Masih adanya sentimen jual asing terlihat dapat menghambat peluang penguatan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang negatif hari ini.

Mandiri Sekuritas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu kedua Juni ditutup di 4.935,81 dan Indeks LQ-45 ditutup di 846,05. Dengan mengunakan simple moving average (SMA). IHSG sudah berada di bawah SMA 200 D (day), SMA 52 W (week), SMA 12 M (month). Dari beberapa indikator teknikal, IHSG masih belum memberikan tanda-tanda atau sinyal pembalikan arah (reversal), hampir semuanya memberikan sinyal tren penurunan.

Dalam grafik sektoral: sektor agribisnis, sektor industri dasar, sektor keuangan, sektor infrastruktur, sektor manufaktur, sektor pertambangan, sektor properti, dan sektor perdagangan, semuanya telah jatuh di bawah garis rata-rata 200 harian (SMA 200 D). Hanya sektor konsumsi saja yang masih berada tipis di kisaran SMA 200 D.

Dari semua indikator teknikal seperti yang dipaparkan di atas, baik secara jangka pendek, jangka menengah. dan jangka panjang, IHSG berada dalam kondisi tren penurunan (Bearish).

Pergerakan IHSG minggu ini, kami estimasi akan terkonsolidasi di kisaran 4.850 sebagai support dan 5.000 sebagai resistance.

Rupiah ditutup pada level Rp 13.335/US$. Sedangkan Crude Oil (WTI) ditutup pada posisi US$ 59,96/bbl. Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 4.852-5.000.