Ruko S.Parman Corner Unit 5 & 6 Jl. S. Parman No. 47A, Semarang 50231 Telp : (024) 850 8868 (Hunting), Fax : (024) 850 886" />

PT.RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SEMARANG

Hati2 Jika Bertahan Di Dalam Mobil

rifan financindo

Rifan Financindo Berjangka – Semarang,?Satu Keluarga berjumlah empat orang meninggal diduga akibat keracunan AC mobil saat menunggu banjir dan longsor di Jl Raya Carita Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kejadian tersebut berlangsung subuh tadi sekitar pukul 04.00 WIB.

“Benar ada 4 orang meninggal kejadian tadi pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Mereka ini sedang menunggu banjir bandang di Carita, infonya dia ketimpa tanah. Terus mereka nyalain AC, mungkin saja mereka kekurangan oksigen atau keracunan. Tapi ini masih dicari tahu penyebabnya,” ujar Lilis, Kasie Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (25/7/2016).

Lilis mengatakan, sejak tadi malam wilayah Carita sudah dikepung banjir. Namun Lilis tidak bisa menjelaskan kronologi tewasnya 4 orang tersebut.

“Kalau kronologi jelasnya saya belum tahu, karena petugas kita masih di sana belum ada laporan,” ucapnya.

Jasad 4 orang tersebut sudah dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang. “Sudah dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.
Sekeluarga tewas di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten akibat keracunan AC mobil. Keluarga yang berjumlah 4 orang itu, sedang terjebak banjir tapi tak mau keluar dari mobil, mereka tewas karena AC mobil mengeluarkan gas beracun.

Kasi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Pandeglang, Lilis Sulistiati mengatakan, kejadian bermula pada pukul 21.00 WIB, Minggu (24/7). Saat itu mobil yang ditumpangi Evi Lutfiah (41), Ahmad A. Yani (52), Syarifatul Ginayah (18), dan M. Fahri (6) sedang melintas di Jl Raya Carita Labuan Km 9.

“Saat itu hujan deras menyebabkan longsor di perbukitan kemudian terjadi banjir bandang. Namun pada saat bersamaan air laut pasang sehingga banjir menggenangi jalanan setinggi 50-150 cm,” ujar Sulis saat dikonfirmasi detikcom, Senin (27/4/2016).

Mobil tersebut pun terjebak lumpur setinggi 50 cm. Karena terjebak di situasi seperti itu, keluarga tersebut memilih tetap berada di dalam mobil.

“Mereka tetap memilih di dalam mobil dan tak lama kemudian mobil mengeluarkan gas monoksida,” ujarnya.

Penyebab mobil itu mengeluarkan gas monoksida, karena mobil tersebut dinyalakan terlalu lama dalam posisi tertimbun lumpur.

“Empat penumpang mobil ditemukan meninggal dunia pada pagi tadi, diduga keracunan gas monoksida (CO) akibat kendaraan tetap dihidupkan saat terjebak dalam longsor dalam waktu yang cukup lama,” ujarnya.